kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Belajar dari “Kicauan”


Ayo anak2.. Siapkan bukunya, rapikan seragamnya, kita berangkat ke sekolah..!! Untuk apa..?? BELAJAR..!!!

Tapi saya sudah lulus kuliah, sudah kerja pula, lanjut S2 jg makan biaya tak sedikit, belum lagi orientasi hidup sudah mulai berubah.. Tapiiiii (lagi).. Saya masih ingin terus belajar ..

So..??? Memangnya belajar hanya bisa didapat di bangku sekolah..?? Rubahlah paradigma lama itu, karena belajar bisa di mana saja..

Banyak media pembelajaran yg bisa kita akses, khususnya lewat internet. Google adalah media yg paling sering digunakan ketika kita mencari informasi tentang suatu hal. Dari sekian search engine yg tersedia, “Mbah google” ternyata masih menempati urutan pertama.

Ingin belajar sejarah karena waktu sekolah dulu sering bolos jd tidak tahu kapan hari kesaktian pancasila diperingati. Belajar bercocok tanam kecambah sampai pohon beringin. Cari resep kue apem sampai profiterolles au chocolat chaud.

Apapun bisa ditemukan di sini, hanya dengan mengetikkan beberapa kata kunci, dan.. Abrakadabra..!! Semua tersaji dalam sekejap, mulai dari artikel yg berasal dr website resmi, blog yg hanya memuat opini tanpa didasari fakta yg kuat, sampai status update atau tweet seseorang. Ah.. Rasa2nya saya tidak bisa hidup tanpa si Mbah ini..🙂

Soal search engine tak perlulah diragukan kredibilitasnya sebagai media pembelajaran, yah.. meskipun tidak semua informasinya tepat dan akurat..🙂

Lalu bagaimana dengan social network..?? Katakanlah facebook, atau mungkin sesepuhnya, si friendster. Bisakah kita belajar lewat media ini..?? Jawabannya tentu saja bisa. Pandai2 memilah mana yg bisa dijadikan pembelajaran..

Contohnya banyak. Mulai dari status update (tentu yg tidak mellow, emo, dan menye2), notes “bermuatan”, sampai link ataupun video yg dishare teman..

Ada satu lagi, yang sebenarnya merupakan intisari dari celoteh saya kali ini. Microblog, atau kita banyak mengenal contohnya, yaitu twitter.

Awalnya saya tidak berniat sedikitpun membuat akun twitter, alasannya simple saja, banyak keterbatasan (itu persepsi saya dulu). Selain memang karena karakternya yg hanya dibatasi 140, layoutnya jg membuat saya kurang nyaman. Dan.. saya merasa facebook sdh cukup menghubungkan saya dgn teman2. Tapi.. akhirnya saya tergoda juga untuk membuka akun di sini..🙂

Berawal dari kebosanan saya dgn facebook yg belakangan jd tempat curhat dan banyak sekali berisi keluhan, ergh.. Lalu keinginan untuk mulai menata fokus dan prioritas hidup. Halah.. bahasanya sok berat amat..🙂

Alasan kuat saya buka akun twitter adalah.. Karena banyak tokoh2 yg lebih aktif “ngoceh” di sini. Mulai dari selebritis, tokoh LSM, sampai menteri pun ikut2an “berkicau”..🙂

Nyemplunglah saya di dunia para “pengicau” ini. Ga butuh waktu lama untuk menyadari bahwa sebenarnya banyak sekali hal yg bisa didapat di sini..

Kelebihan yg saya nikmati di sini antara lain:

Pola hubungan yg tidak mutual, jadi kita ga perlu follow back orang yg follow kalo emang kita ga pengen. Ga seperti di facebook, harus nunggu konfirmasi dulu untuk bisa temenan sama orang. Dan.. yg paling bikin saya kerasan di sini adalah.. Saya bisa memilih siapa saja yg ada di timeline saya. Ini bikin saya lebih fokus, ga harus denger kicauan orang2 yg mmg tdk berkenan di hati saya..🙂

Tweps (sebutan untuk pengguna twitter) di sini macemnya buwanyaaaaaakkk… Tinggal pilih mana yg mau kita follow dan kita dengarkan kicauannya..

Dari awal saya memutuskan untuk membuka akun twitter, saya memang tidak bertujuan mencari followers sebanyak2nya, melainkan following orang2 yg memang memiliki visi dan misi yg kurang lebih sama. Atau paling tidak orang itu mempunyai hal2 yg bisa saya pelajari..

Sampai sekarang saya hanya memiliki 11 followers, itupun kebanyakan berupa komunitas2 yg follback karena akunnya sudah saya follow..🙂 Saya hanya following dan difollback 4 orang teman.. Selebihnya ya orang2 yg ingin saya serap ilmunya. Bagi saya itu tidak penting, krn tujuan saya di sini memang tidak untuk banyak2an followers..

Sampai saya menulis ini, saya sudah following 81 akun. Siapa saja mereka..?? Berbagai species lah..🙂

Presenter..

Public Speaker..

Penyanyi (tidak banyak, hanya yg memiliki good personality, ya, hanya itu)🙂

Career coach..

Blogger..

Dokter bedah syaraf dgn pemikiran yg menarik..

Promotor musik..

Aktivis LSM..

Penyiar radio..

Komedian..

Instansi pemerintah..

Jurnalist..

Sineas..

Anchor..

Muslim activist yg liberal & tentu bukan garis keras..

Online branding strategist..

Author..

Publisher..

Komunitas menulis..

Bahkan presidenSBYnews dan BarackObama pun saya follow. Bukan.. bukannya saya fans mereka. Hanya coba memantau perkembangan ttg kebijakan2 yang mereka ambil saja. Mungkin jg suatu saat nanti saya follow tokoh2 dunia/penguasa lainnya..🙂

Well.. Dilihat dr orang2 yg saya follow.. Cukup berkarakter, kan?🙂 Ga asal comot. Itulah yg keren dr twitter. Kita bisa menentukan sendiri dengan siapa saja kita akan belajar..🙂 Dari “kicauan2” mereka.. dari program2, pemikiran, atau mungkin terobosan mereka. Bahkan dr mengintip web atau blog pribadi yg sering mereka share..

Saya belajar dan tahu banyak hal dari dunia ini. Dari orang2 yg saya follow. Bukan artis yg suka cari nama dgn menyebarkan gosip murahan, atau band2 yg lagunya hilir mudik di chart musik. Tipe2 selebritis macam itu tidak masuk dlm kategori tokoh yg hendak saya jadikan bahan pembelajaran. Sorry to say..🙂

Oke.. bagaimana dgn anda..?? Sudahkah anda memilah media pembelajaran..?? Silahkan dipilih..🙂

Selamat belajar..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: