kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Feel The Soul


Ini adalah pertunjukan musik, bukan pertandingan sepakbola yang menyuguhkan beragam aksi heroik pahlawan olahraga dan mampu menyulut semangat nasionalisme bangsa. Tapi “Garuda” di dada kita terasa bergemuruh di tengah hentakan musik, harmoni yang begitu padu antara dentuman drum, cabikan bass, raungan efek gitar yang atraktif, serta seruan bait yang menggelora. Hentikan aksi yang menyulut emosi, satukan suara untuk Indonesia.

I’m free.. I’m free.. I’m free like a bird and no one can tell me.. Sayup-sayup terdengar alunan musik dari stage seberang. Souljah..!! Tunggu.. harusnya souljah perform sore tadi, koq..?? Berarti molornya pake banget nih.. Wuaahh.. kami berdua pun mempercepat langkah, sambil sesekali Fani ngecek run down di hapenya. Souljah sudah kelar.. sekarang giliran.. Rif yg performnya bareng rocket rockers. Bukaaann.. bukannya mereka nge-jam 1 panggung, waktunya emang sama, tapi stagenya beda. Rif di stage A, rocket rockers di stage C, itu berarti berseberangan. Hayoo.. pilih mana..?? Kalo saya sih, jujur lebih tahu banyak lagunya Rif daripada rocket rockers, hehe.. Tapi si Fani kayaknya ngebet ke stage C. Oke lah.. masih pilihan yg cukup mudah, at least kami ga sampe pisah🙂

Ups.. lapangan rumputnya jadi empuk karena terendam air hujan tadi sore. Walhasil, sepatu kami jadi korban. Lumayan bikin belepotan kayak coklat fondue J Gimana nasibnya si Fani yg bertubuh tambun itu, ya? Udah badannya berat, ditambah backpack saya yg 3 kilo lebih, bisa ambles tanahnya.. Haha..

Rocket rockers on stage.. Karena di bagian depan sudah penuh, kami berdua cuma bisa memandang melas dari samping stage. Yang paling kelihatan sih pemandangan sounds segede gaban.

Hmm.. jujur saya ga tau lagu apa yg sedang mereka bawakan. Saya ga begitu ngefans sama mereka, wong cuma tahu 4 lagu aja, “Pesta”, “She’s My Cheerleader”, “Titik”, dan “Ingin Hilang Ingatan”. Itu juga hasil rekomendasi sahabat🙂 Karena ga seberapa ngefans, saya jadi ga begitu interest lihat perform mereka dari dekat. Si Fani kayaknya pengen jeprat-jepret gitu, ya udah saya suruh aja dia ke depan, saya stay di posisi awal sambil bawa backpack 3 kilo saya, kasihan kalo Fani bawa sambil desak-desakan dan bawa kamera, ntar badannya kegencet bisa penyet.

Next.. masih di stage yg sama, ga butuh waktu lama untuk cek sound, Seringai udah siap. Mulailah saya bikin kesepakatan sama si Fani, selesai 1 lagu kita cabut ke stage A buat nonton Netral🙂 Maklum, waktu perform antara stage A dan C rata-rata memang bersamaan.

Seringai

Saya pernah beberapa kali mendengarkan musik mereka, tapi koq rasa-rasanya versi studio sama live mereka lebih enakan yg live, ya? Haha.. aneh.. Live perform mereka kedengeran smooth banget meski musiknya cukup keras. Arian13, ga tau kenapa saya seneng liat vokalisnya seringai ini, mukanya mirip sama chef Tatang, haha.. Tapi asli, saya emang suka liat dia, bawaannya asyik aja. Mungkin karena saya juga suka lirik2 yg mereka tulis, terutama “Citra Natural”..🙂 Performance Seringai di lagu pertama keren..!! (meskipun saya ga tau mereka bawain lagu berjudul apa, kalo ga salah inget sih, ya citra natural itu, hehe) Lanjuuuutttt…

Kotak

Bermaksud nyamperin Netral di stage A, tapi rupanya mereka masih cek sound. Giliran Kotak yang perform di stage B, ga jauh dari stage A. Karena saya ga fanatik dengan musiknya Kotak, saya stay di sisi stage A saja sambil lihat krunya Netral yg lagi sibuk ngecek ini-itu. Lama juga, sampe saya sering disuguhi pemandangan Mas berambut kribo dengan jenggotnya yang wira-wiri di atas stage. Saya nyeletuk ke Fani “Ini yg mau maen Netral apa System of A Down, ya?” Haha.. abis, Mas-mas kru itu mirip kayak vokalisnya SOAD..

Netral

Akhirnya.. setelah nunggu cek sound yg lumayan lama. Seperti biasa lah, live performance Netral tidak mengecewakan, karena jam terbang manggung yang udah tinggi juga kali, ya.. Bisa dibayangkan apa yg terjadi di tengah luapan massa band model begitu..?? Yep.. meski belum 100% cadas, tapi ada aja yg moshing. Hadew.. ini yg suka bikin ketar-ketir. Bukannya apa-apa, ga asyik banget kan kalo lagi enak-enaknya nonton, tiba-tiba kita ketampol sepatu orang yg lagi moshing, atau minimal hilang keseimbangan dan berakhir nyungsep gara-gara kesenggol goyangan mereka yg ga aturan dan ngasal itu. Dan, heiii.. saya bawa backpack 3 kilo, man..!! Haha..

Exactly.. saya hilang keseimbangan (padahal badan saya juga udah gemukan) karena kesenggol anak-anak yg lagi moshing. Demi menjaga harga diri agar tidak jatuh dengan sukses di atas tanah berlumpur, saya sedikit narik backpack dan lengannya Fani. Untungnya, Mas yg berdiri di sebelah saya langsung sigap narik tangan kanan saya, menjauh dari aksi moshing yg mulai panas. Kata si Mas, “Di sini aja Mbak, daripada kena ntar”. Siipp lah Cak🙂 Fani celingukan nyari saya, begitu dia tahu posisi saya aman di belakang, dia langsung cengar-cengir sambil mulai ngambil gambar tuh anak2 yg pd asyik moshing. Hhmm..

Okeee.. bisa dipastikan aksi moshing ini akan berlangsung sampai lagu terakhir, ya.. itu tebakan saya. Enjoy aja, yg penting tahu sikon, tahu posisi, tahu timing amannya gimana, dan yg pasti, nikmati musiknya, hentakkan kaki sesuai irama. Beberapa lagu yang mereka bawakan cukup hits, meski harapan saya ada yg tidak terwujud, “Cinta Gila” absen dari performance mereka kali ini. Tapi masih ada satu lagu yg saya tunggu.

Perkusi sudah siap di bagian depan stage. Intro mulai dimainkan, riuh-rendah tepuk tangan penonton bersahutan, dan goyangan asal dalam aksi moshing yg panas pun mendadak berhenti.

Ayo putra bangsa
Harumkan negeri ini
Jadikan kita bangga
INDONESIA..

Semua serempak mengangkat dan mengepalkan tangannya sambil menyanyikan bait yang disuarakan oleh sang vokalis. Bak lagu perjuangan yang penuh semangat, bak lagu kebangsaan yang penuh khidmat, semua larut tanpa aksi goyangan asal ala moshing. Detik itu saya terenyuh, jantung saya berdegup lebih kencang, tenggorokan saya tercekat, dan rupanya “Garuda di dada” saya pun bergemuruh, seiring dengan semakin lantangnya suara di sekitar saya yang tak henti-hentinya mengelukan INDONESIA RAYA..

Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang

Saya seolah berada di tengah lautan massa Gelora Bung Karno yang tengah menyaksikan tim sepakbola Indonesia tercinta bertanding. Ada semangat yang luar biasa, ada cinta yang tak akan binasa. Saya rasa bukan hanya “Garuda di dada” saya yang bergemuruh, tapi seluruh massa yang larut di dalamnya, bahkan yang hanya mendengar sayup-sayup dari stage seberang. Kepalan tangan yang dijunjung tinggi di atas kepala, sesekali jemari mereka menunjuk-nunjuk, seakan menegaskan bahwa inilah Indonesia, kamilah Indonesia, yang tak akan membiarkan negeri tercinta ini terhina.

Anda pikir saya berlebihan? Silahkan, tapi rasanya mungkin akan berbeda kalau seandainya anda juga ada di sana. Saya tidak tahu pasti apakah semua massa menghentikan aksi moshingnya saat lagu Garuda di Dadaku dilantunkan. Sejauh pandangan saya sih, anak-anak yang moshing di depan saya memang berhenti, dan saya sudah coba meluaskan pandangan ke beberapa penjuru, hasilnya ternyata juga sama, tidak ada yg melakukannya lagi. Entah, tapi saya mengartikannya sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap Garuda (Indonesia), maka saat lagu itu dilantunkan, secara otomatis aksi-aksi yang bisa menyulut emosi pun dihentikan dengan sukarela. Well.. seandainya itu benar, saya akan sangat yakin bahwa bangsa kita punya banyak harapan lebih baik ke depannya🙂

Mumpung lagi ngomongin soal Garuda, besok (hari ini) timnas kita tanding lawan Filipina. Selamat berjuang saudara-saudaraku, doaku bersamamu, meski ragaku tak dekat di sisimu. Garuda itu layak ditempatkan di dadamu, jangan pedulikan David Tobing yang hanya ingin numpang tenar lewat namamu.. We love you.. Semangat..!!🙂

*Saya sempat merekam beberapa detik saat Garuda di Dadaku dibawakan oleh Bagus dkk, tapi hasilnya ga seberapa bagus, mungkin karena posisi sound system yang kurang pas dengan kamera saya, atau memang kamera saya yang kurang canggih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: