kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Towat-towet, Vitamin A, dan Eksotis


Peluit panjang baru saja dibunyikan, kedudukan 1-0 untuk Indonesia lewat gol Christian Gonzales yang disarangkan ke gawang Etheridge. Pertandingan malam ini sangat menarik dibandingkan sebelumnya saat Indonesia menjamu Thailand. Itu menurut saya🙂 Saya merasa permainan timnas kali ini cukup gemilang, entah karena lawan yang dalam rekor 16 pertemuan hanya berhasil menahan imbang sekali, bahkan Indonesia pernah membantai Filipina 13-1, atau memang karena performa timnas kita yang lebih matang. Ah, tapi kalo soal rekor saya ga selalu menjadikannya patokan, toh malam ini sebenarnya lawan kita bermain lumayan, bisa membuat pertahanan Indonesia sedikit kerepotan di menit-menit awal. Pemain-pemain Filipina tidak bisa diremehkan, Etheridge bermain cukup baik meski akhirnya dia blunder dan kebobolan 1 gol, begitu juga dengan skill individu beberapa pemainnya seperti 2 bersaudara James Younghusband dan Philip Younghusband.

Performa timnas sekarang sepertinya sudah banyak kemajuan (atau masih sama saja, ya?). Saya sudah jarang menyaksikan timnas berlaga sih, hanya beberapa kali dan itu pun tidak sampai akhir pertandingan. Terakhir saya benar-benar mengikuti waktu jamannya Ricardo Salampesy.. Haha.. kelihatan banget angkatan berapa.. Saya udah tuwa, ya?🙂 Kalo sekarang masih pada muda-muda pemainnya, ada si Irfan tuh yang jadi idola. Ya.. tampangnya memang aduhai, manis eksotis.. Hehe.. Tapi saya mendukung timnas, bukan Irfan seorang. Tapiii… koq saya lebih menaruh perhatian pada Arif Suyono, ya? Pergerakannya yang gesit mengingatkan saya pada gelandang Pavel Nedved waktu masih di Lazio dan striker Andriy Shevchenko di AC Milan. Bener-bener lincah dan gesit, pinter nyuri bola kayak Bayu Radityo dulu, “king of steal”nya klub basket Satria Muda (kalo ga salah inget). Jiaaahhh… ketahuan lagi kalo angkatan tuwa.. Pemain-pemain yang saya sebutkan itu kan udah lamaaaa bangeeeetttt… Haha..

Sudah.. cukup, soal teknis saya bukan ahlinya, mending ngobrolin soal teknisnya sama bang Andi Bachtiar alias bang Ucup aja, lebih jago🙂

Mari menguak sedikit fakta tersembunyi di balik pertandingan malam ini..

Apakah anda memperhatikan saat lagu kebangsaan kedua Negara dikumandangkan sebelum pertandingan..?? Saat lagu Indonesia Raya berkumandang, seluruh isi stadion bergelora seperti nama yang disandangnya, Gelora Bung Karno. Bendera merah putih raksasa terbentang di antara lautan penonton yang berkostum dengan warna senada. Garuda di dada saya kembali bergemuruh, bergetar, dan mata saya berkaca-kaca setiap kali lagu ini dinyanyikan, terutama oleh luapan massa yang begitu besar, mulai dari liputan upacara 17 Agustus di Istana Negara, pengibaran bendera pada kemenangan tim bulutangkis Indonesia, sampai saat timnas Indonesia berlaga mengharumkan nama bangsa kali ini. Oke.. kita tentu bangga dengan antusiasme masyarakat, menonton pertandingan langsung di stadion, bahkan ada yang jauh-jauh dari Papua meski akhirnya tidak kebagian tiket dan terpaksa menyaksikan dari luar, juga dengan seluruh isi stadion yang turut mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Tapi.. sesaat setelah lagu selesai dan giliran lagu kebangsaan lawan dimainkan, apa yang terjadi..?? Suara terompet dan teriakan histeris bersahutan di mana-mana, sampai saya ga ngeh kalo lagu kebangsaan Filipina sedang dikumandangkan, selain karena memang pemainnya banyak yang menutup mulut🙂 Tapi suara yang terdengar saat itu hanya suara supporter di tribun yang menyalak-nyalak. Suporter siapakah itu..?? Saya menduga itu supporter kita, karena memang sebagian besar kursi di stadion diisi oleh penonton dari negeri sendiri. So.. apa masalahnya..?? Mungkin bukan hal besar dan tidak perlu dibesar-besarkan, tapi saya merasa teriakan dan suara terompet itu sedikit mengganggu kekhidmatan kala itu, ya.. saat lagu kebangsaan Negara lawan dikumandangkan, kita malah ribut towat-towet sendiri. Tolong hargai sedikit lah, mereka itu juga peserta pertandingan yang sama-sama punya lagu kebangsaan. Remeh, sepele..?? Ya, mungkin ada yang berpendapat seperti itu, tapi alangkah baiknya jika kita sebagai tuan rumah menghargai setiap tamu di negeri sendiri. Saat lagu Indonesia Raya selesai berkumandang, tepuk tanganlah secukupnya, berteriaklah sewajarnya, lalu setelah itu diam sejenak, beri kesempatan lawan untuk mendengarkan dan meresapi lagu kebangsaannya. Selesai..?? Silahkan tepuk tangan dan berteriak lagi, menyemangati timnas sekaligus menyambut tamu🙂

Oke.. sekian soal yg serius-serius.. Sekarang bahas yang agak santai dan bisa bikin hati damai..🙂

Vitamin A

Apakah ada yang memperhatikan Simon McMenemy, pelatih Filipina..?? Yang mengaku perempuan pasti tidak akan melewatkan pemandangan inah ini, hehe.. Cakep mampus.. Sekilas mirip si Jon Favreau, speechwriternya Barack Obama,

atau Bradley Cooper bintang Hollywood,

tapi koq rasa-rasanya juga mirip sama Bondan temen SD saya kalo dipake’in jambang🙂

Dan.. pemain-pemain Filipina juga ada yang keren, seperti James Younghusband yang mirip artis Hollywood Cillian Murphy, wkwkwk.. James Younghusband

Cillian Murphy

Lumayan bisa buat vitamin mata, hehe.. Perasaan banyak juga yang mirip bintang Hollywood, yee.. Tapi tetep lah, saya dukung tim garuda Indonesia🙂

Nama

Entah kenapa saya suka sekali dengan nama-nama pemain timnas kita. Membaca di bagian belakang kaos atau mendengar nama mereka saat disebut oleh komentator, semua sama asyiknya🙂. Arif Suyono, Maman Abdurachman, Zulkifli Syukur, Bambang Pamungkas, Muhammad Nasuha, Ahmad Bustomi, Hamka Hamzah, dll. Kecuali Irfan Bachdim dan Christian Gonzales, ya.. Bukannya apa-apa, tapi nama dua pemain ini kan berbeda. Yang saya suka dengan nama-nama pemain timnas kita adalah.. nama mereka Indonesia sekali, coba perhatikan deh.. Dan.. saya coba mengingat nama-nama pemain sepakbola Indonesia, kebanyakan memang tipe-tipe nama seperti itu, nama yang Indonesia sekali, meski tidak melulu dominasi nama jawa seperti Bambang atau Maman, melainkan juga Octovianus Maniani dan Markus Horizon. Nama mereka terdengar eksotis🙂 Jarang-jarang kan ada pemain sepakbola yang tipe namanya seperti Ryan, Andre, Vincent, Radit, dan sederet nama setipe lainnya. Nama-nama seperti itu kebanyakan kita jumpai di deretan pemain basket.

23.55.. Hwoaa.. sudah waktunya bikin peta bantal. Tidur dulu yuukk *mata masih seger buger.. Sampai jumpa di pertandingan selanjutnya.. Hidup Indonesia..!! Oiya, belum ngucapin.. Selamat Indonesia.. Lanjutkan perjuanganmu sampai final🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: