kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

3 Profesi Bahagia, Katanya (Kata Siapa?)


Jadi polisi, TNI, dan PNS apakah menjamin bisa kebahagiaan seseorang..?? Tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari sahabat saya lewat sebuah pesan singkat semalam. Saya yakin sebenarnya dia tahu jawabannya, hanya mungkin ingin sekedar sharing dan mendengar pendapat saya. Bagaimana dengan Anda..?? Apakah profesi itu bisa menjamin kebahagiaan seseorang? Sampai-sampai ada yang rela sogok sana sogok sini demi melewati serangkaian tes dan menduduki jabatan khusus di instansi pemerintahan, entah polisi, TNI, atau PNS.

Polisi, TNI, dan PNS, ketiga profesi ini selalu mendapat tempat di hati para orang tua. Gimana enggak kalo dari jaman Gajahmada sampe’ Tron Legacy ortu-ortu kita masih aja maksa anaknya untuk jadi abdi negara. Dan parahnya, bukan hanya orang tua yang bersikukuh, sang anak juga ternyata masih banyak yang memandang ketiga profesi tersebut sebagai patokan hidup sukses dan bahagia.

Memangnya apa sih yang mereka dapat dengan menjadi abdi negara begitu?

Yang pertama mungkin kedudukan, nama, kehormatan, pokoknya semua yang berkaitan dengan citra atau image. Waktu papasan sama teman dan ditanya “kerja di mana?” mereka bisa menjawab “PNS” dengan menepuk dada tanda bangga. Begitukah..?? Atau tak perlu sampai menunggu pertanyaan itu datang, karena melihat dari seragamnya pun semua orang juga sudah tahu profesi mereka apa.

Yang kedua, jaminan financial, tunjangan, pensiunan, bahkan “ceperan” kalo ada proyek yang gol. Orang tua mana, sih yang ga mupeng dengan semua fasilitas yang ditawarkan itu?

Kebetulan saya adalah satu dari sekian banyak anak yang mendapat bujukan bahkan paksaan dari keluarga untuk menggeluti profesi itu. Sudah sekian kalinya keluarga saya menyarankan saya agar ikut tes CPNS, dan sudah sekian kalinya juga saya menolak saran mereka dengan tegas. Kenapa? Apa saya ga mau uang? Ya mau lah, siapa sih yang ga mau uang, cuma saya tidak mau dengan cara seperti itu, jadi abdi Negara. Banyak hal yang mendasari keputusan saya. Pertama, karena saya tidak mempunyai passion terhadap jenis pekerjaan seperti itu. Bagi saya bekerja bukanlah semata-mata untuk mengejar kekayaan dan jabatan, melainkan kenyamanan dan kesukaan. Saya tidak ingin hidup terjebak pada rutinitas yang sama setiap harinya tanpa bisa mengaktualisasikan diri dengan maksimal. Mending kalo ada kerjaan, nah kalo gaji buta, wah… bisa tambah stress saya😥 Dan.. jiwa serta passion saya memang bukan pada sektor formal. Alasan lain kenapa saya tidak mau jadi PNS, karena menurut saya seragam PNS itu ga keren, haha😆 kidding.. Untuk bisa mengabdi pada Negara tidak harus menjadi seorang abdi Negara, bukan? Itulah salah satu hal yg agak mengganggu saya, istilah tersebut terkesan terlalu keramat, tidak lagi sesuai dengan kinerja pegawainya kini.

 

Cerita sedikit tentang pekerjaan saya, ya..😉

Saya pernah menduduki posisi sebagai recruitment staff yang berevolusi ke HRD, posisi yang lumayan keren untuk fresh graduate waktu itu, meskipun perusahaannya masih kecil dan baru. Gaji yang saya terima menurut saya sih sudah cukup pantas. Saya juga pernah jadi staf administrasi marketing dengan gaji di luar perkiraan, di atas UMR bo’..!! Dan kerjaan saya waktu itu juga tidak banyak, malah cenderung mengerjakan tugas yang bukan job des saya, seperti bikin desain banner dan katalog. Nah lo..😀

Lantas, apakah semua itu membuat saya bahagia? Tidak! Karena saya akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan pertama sebagai recruitment staff, hanya mampu bertahan 1 bulan saja. Kenapa? Karena saya merasa tidak nyaman, melakukan sesuatu yang tidak sesuai nurani jadi was-was, takut kena pelanggaran kode etik profesi. Di pekerjaan kedua yang gajinya bikin merem melek itu pun saya hanya bertahan kurang lebih 5 bulan. Kenapa? Karena, lagi-lagi saya merasa tidak nyaman dengan gaji besar yang saya terima tanpa mengerjakan banyak tugas. Trust me, deh.. makan gaji buta itu ga enak..

Pekerjaan ketiga.. believe it or not, saya pernah jadi kasir swalayan. Whoottt..??!! Biasa aja kaleee.. ga usah histeris gitu😀 Keluarga saya sempat kurang setuju dengan keputusan saya, masa’ sarjana jadi kasir. Bahkan sahabat saya waktu itu bilang “U deserve better.” Memangnya ada apa dengan kasir, sih? Apa sarjana ga boleh jadi kasir? Saya ga masalah asalkan kerjaan itu halal. Pekerjaan ini lebih baik daripada saya nganggur dan nodong uang ke ortu karena ga sanggup beli pembalut😀

Berapa lama saya bertahan jadi kasir? 6-7 bulanan. Kenapa? Tidak bahagia? Bukan.. saya cukup bahagia dengan pekerjaan itu, meski gaji di bawah UMR, tapi koq ya cukup aja waktu itu, padahal saya musti keluarin ongkos per bulan sekitar 300 ribuan. Hanya saja waktu kerja terasa kurang nyaman, apalagi kalo shift siang, baru keluar toko jam setengah 10, lalu nunggu angkot, dan sampe rumah sekitar jam 11 malam. Waktu masih kerja jadi kasir kebetulan saya juga diterima jadi penyiar di sebuah radio swasta baru, gaji yang dijanjikan pun masih lebih rendah dari gaji saya sebagai kasir. Tapi jadi penyiar radio adalah cita-cita saya semasa kecil. Cuma saya kurang berani aja nerima tantangan, karena satu lain hal, akhirnya saya tolak kerjaan di radio itu😦 Datanglah tawaran kerja lainnya sebagai wedding consultant. Meski harus menjalani training selama 1 minggu sebelum diputuskan untuk diterima atau tidak, saya toh akhirnya melepas pekerjaan di swalayan demi wedding consultant ini. Hasilnya..?? Saya tidak lolos training dan balik lagi jadi pengangguran, tepat di bulan kelahiran saya. Haha.. ulang tahun dapet kado terindah tuh..

Kembali ke dunia pengangguran selama 1 tahun lebih sebelum akhirnya saya mendapat pekerjaan yang sekarang. Apakah selama saya nganggur saya tidak merasa bahagia..?? Tidak juga, saya merasa dengan banyak waktu yang saya punya, saya bisa melakukan hal-hal yang mungkin tidak akan bisa saya kerjakan saat saya memiliki pekerjaan tetap. Maka saya kerjakan saja semua hal itu, mumpung ada waktu kosong. Walaupun tidak bisa dipungkiri saya mulai resah dan malu karena masih menerima pasokan dana dari orang tua setiap bulannya.

Setelah penantian yang cukup panjang, akhirnya saya diterima menjadi editor sekaligus penulis buku di sebuah penerbit. What a great job..!! Ini adalah pekerjaan impian saya. Rupanya memang Tuhan telah menyiapkan yang terbaik, saya hanya perlu bersabar untuk menikmati dan mensyukuri semua. Jika ditanya apakah saya bahagia sekarang, saya akan menjawab dengan lantang “IYA!” Kenapa? Ya karena ini pekerjaan impian saya. Lalu gajinya? Well.. meski gaji saya terbilang masih belum memenuhi standar lulusan S1, saya tidak begitu risau. Kenapa? Ya karena saya menikmati pekerjaan saya. Kembali lagi, bagi saya pekerjaan bukanlah semata-mata sarana untuk menghasilkan rupiah.

Naaahh.. udah mulai kebaca belom? Ternyata ukuran kebahagiaan saya bukan pada ketiga profesi sebagai abdi negara, kan?:mrgreen:

Ingin tahu apa saja yang bisa membuat orang-orang bahagia? Kebetulan ada seorang teman yang sedang mengerjakan “proyek bahagia.” Saya juga sempat mengerjakan proyek yg sama meski dengan judul yang berbeda, tapi akhirnya putus di tengah jalan:mrgreen: bisa diintip di sini. Naahh.. yang masih setia di jalannya, ya pendahulu saya itu, Andra Febrianto, mau ngintip proyeknya? Monggo.. di sini

Adil ga sih?

Kenapa ada sebagian (atau mungkin banyak) orang yang beranggapan bahwa menjadi abdi Negara adalah jaminan kebahagiaan hidup..?? Mungkin karena abdi negara tidak perlu berteriak-teriak menuntut UMK yang pantas demi kesejahteraan hidup seperti pada buruh pabrik. Abdi negara setiap tahunnya mendapat tunjangan dan kenaikan gaji tanpa harus berpanas-panasan dan berteriak di jalanan. Oke.. uang dan kedudukan mereka dapatkan dengan mudah, lantas apakah mereka cukup bahagia dengan semua itu? Kenapa masih ada saja diantara mereka yang mengeluhkan ini dan itu? Masih saja terasa ada yang kurang dalam hidup mereka. Korelasi yang berbanding lurus, semakin besar penghasilan seseorang, semakin besar pula kebutuhan orang tersebut. Ya, itulah yang terjadi. Karena manusia tidak akan mengalami kepuasan, itu memang sudah sifat dasarnya.

Mungkin akan muncul pertanyaan, adilkah apa yang mereka dapatkan dengan kenyataan yang terjadi pada buruh pabrik? Abdi negara yang terkadang makan gaji buta, dengan buruh pabrik yang harus memeras keringat demi mengumpulkan rupiah. Menurut saya, sih.. ini sudah ada porsinya masing-masing. Segala fasilitas yang didapat tanpa banyak bekerja suatu saat juga akan dipertanggung jawabkan, ada konsekwensi dan waktu tersendiri. Hati-hati kalo ngomong mel.. ntr kalo ada yg denger gimana?😆 santae.. 4 teman dekat saya PNS, banyak teman sekolah yang juga polisi dan TNI. Tapi saya yakin mereka tahu bahwa saya tidak bermaksud buruk. Ini hanya soal pilihan, kami tetap bisa berjalan bersama meski beda orientasi.

Mungkin ada juga yang nyolot “Kalo ga mau susah ya jangan jadi buruh!” Nah kalo kemampuannya cuma segitu gimana? Kata sahabat saya gini.. Yang SD kalah sama SMP, yang SMP kalah sama SMA, yang SMA kalah sama Sarjana, yang Sarjana kalah sama yang berpengalaman, kalo dirandom bisa-bisa yang SD menang.. karena BERUNTUNG..!! Haha..😆

Ya.. ya.. keberuntungan memang memainkan peran dalam kehidupan seseorang, tapi bagi saya yang terpenting adalah usaha, kerja keras, dan do’a. Banyak orang-orang sukses yang cuma lulusan SD/SMP. Ijazah tak menjadi jaminan kesuksesan seseorang. Dan manusia tidak dihargai semata-mata karena ijazah. Ilmu bisa dicari, ga selalu lewat ijazah. Hidup ini butuh skill, aplikasi bukan sekedar teori. Lain kali saya akan sharing kisahnya Yoris Sebastian, ah..:mrgreen: Semoga bisa menginspirasi..

So.. apa profesi kamu..?? polisi, TNI, PNS, atau yang lainnya..?? Apakah kamu bahagia..?? Boleh share di sini..😉

5 responses to “3 Profesi Bahagia, Katanya (Kata Siapa?)

  1. fadhli April 8, 2011 at 1:51 pm

    pekerjaan baik itu di swasta maupun abdi negara itu tidaklah buruk karena sama2 pekerjaan yg halal dan bagus. cuman sepertinya ada kesenjangan antara buruh swasta dgn abdi negara, buruh tiap hari memeras keringatnya dan berurusan dgn alat2 berat untuk menafkahi keluarganya, sedangkan abdi negara bisa dapet remunerasi tanpa melakukan protes pada employernya (pemerintah) ato mogok kerja. bahkan jarang terdengar abdi negara di-PHK, kecuali abdi negara yg dipecat karena melanggar etika institusi ato melakukan kriminal. klo abdi negara dipecat, itu pun baru aku denger kabarnya dari luar negri, yaitu Belanda yg mem-PHK sebagian tentaranya karena krisis keuangan taun lalu.

    saya dulu juga kepingin jadi abdi negara saat masih SD, yaitu masuk Polri. tapi skrg saya malah kuliah di jurusan komunikasi, bukan masuk Secaba ato Akpol, haha. tapi gak pa2 lah toh saya enjoy dgn jurusan yg saya pilih.

    • fadhli April 8, 2011 at 4:11 pm

      soal PHK karena krisis keuangan negara ato krisis ekonomi, di Indonesia blum pernah kedengeran tuh abdi negara di-PHK karena krisis keuangan. saat krismon 98, belum denger aku abdi negara di-PHK, setauku hanya karyawan swasta yg di-PHK. klo taun kmarin, saat Belanda mengalangi krisis, terpaksa deh personil militernya dikurangin karena anggarannya gak cukup

    • meliamex April 19, 2011 at 7:57 am

      Semua pekerjaan akan bagus jatohnya kalo dijalani dgn tulus, ikhlas, dan ga semata2 mengejar harta (menurutku sih begitu)😀

      Kalo soal buruh swasta dan abdi negara mah udah jd rahasia umum.. Susah kalo mo perbaikin sistem yg udah mengakar..

      Sbnrnya pekerjaan abdi negara itu mulia, tp kadang krn ulah bbrp oknum yg mencoreng, jadilah semua keliatan jeleknya.. Tp, kalo u/ sekedar pengen mengabdi pada negeri ga harus jd “abdi negara” koq.. semua orang pny kapasitas berbuat sesuatu u/ kemajuan bangsanya.. Abdi negara kek, swasta kek, semua bisa memberikan sumbangsihnya..:mrgreen:

      Wah.. dlu kepikiran jd polri, ya? skarang malah kuliah komunikasi.. gakpapa, yg penting enjoy dan suka.. krn semua hal kalo dijalani dgn cinta jatohnya juga asik aja.. hehe..
      Profesi sbg abdi negara itu bukan segalanya koq..😉

      Tetap semangat!!

  2. saya March 13, 2012 at 8:58 pm

    bener sob
    PASSION dan PEKERJAAN YANG KAMU INGIN akan menghasilkan SESUATU DIKEMUDIAN HARI

    TETAP SEMANGAT SOBB
    Carilah dan temukan yang kamu harapkan

    terimakasih sangat menginspirasi sob …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: