kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Film “Bawang Bombay”


Kapan terakhir kali kamu nangis gara-gara film? Masih inget judulnya..?? Don’t be shy.. it’s confession time😀 Film yang sukses bikin cewek-cewek sesenggukan atau minimal meneteskan air mata menurut saya adalah film-film Asia, khususnya drama korea. Oh.. gosh.. Korea fever.. Bukannya ikut-ikutan demam Korea, tapi saya sudah menyadari tentang dahsyatnya emosi yang ditawarkan film-film besutan negeri ginseng itu dari dulu. Tapi.. ternyata bukan cuma Korea yang berhak mendapat predikat “Film Bawang Bombay” versi saya. Siapa lagi? India? Nope..  Jawabannya adalah Jepang. Yeah.. selain jawara di cult and horror movie, Jepang juga bisa bikin kita mewek dengan filmnya. Ini air mata dan ingus saya baru kering gara-gara nonton dorama (saya nulis ini semalam, red)

Yang merasa NGGAK cengeng, silahkan coba tonton film ini. Kalo film ini berhasil bikin kamu nangis, berarti saya nggak cengeng, atau.. film ini yang memang dahsyat. Sebaliknya, kalo film ini gagal bikin kamu nangis, berarti… saya yang cengeng? Cuma saya?😥

Yuhuu.. ini adalah tantangan, kawan..

Vampire Boys

Ups.. jangan underestimate dulu sama judulnya. Yeah.. saya juga sempat ilfil waktu pertama kali tahu judulnya. Argh.. jangan-jangan ini film biasa, cuma ndompleng keren lewat judul “vampire” yang lagi happening. Kata temen kantor, sih.. film ini berkisah tentang vampir yang sekolah.. What?! Ridiculous, huh..?? First impression saya dengan film ini sih kayaknya kocak. Hmm.. padahal saya lagi nyari film-film romance, drama, buat referensi nulis cerpen bertema cinta (Oh.. yeah.. saya tidak bisa menulis cerita cinta, makanya butuh inspirasi dan referensi dari jawaranya film drama). Tapi saya yakin ini film pasti ada dramanya meski porsinya mungkin cuma sedikit. FYI, saya gak suka dengan film bertema vampire seperti yang lagi booming sampe dibuat sequel itu. Twilight, ya.. saya gak pernah dan ga minat untuk nonton. Kenapa? Karena buat saya film-film model begitu adalah film fantasi, dan saya gak suka jenis film seperti itu. Film bertema vampire yang saya suka hanya dua, Buffy the Vampire Slayer dan Vampire Boys ini. Walah.. katanya gak suka, koq ini ada? Hehe.. karena 2 film itu ga terlalu banyak fantasinya, lebih sederhana, lebih manusia. Oke.. saya ceritain tentang Vampire Boys dikit aja, ya.. biar penasaran😉

Nakayama Yuma

Kato Rosa

Film yg dalam bahasa romaji berjudul Koishite Akuma ini dibintangi oleh Nakayama Yuma (as Kuromiya Ruka) dan Kato Rosa (as Natsukawa Makoto). Kuromiya ini adalah vampir muda amatir yang belum pernah menghisap darah. Ia disarankan untuk hidup dan berbaur dengan manusia agar mudah menemukan “destined woman” (ga enak kalo ditranslate ke bahasa Indonesia, hehe). Dia tinggal dengan keluarga Shinjo yang sederhana dan memiliki Chinese Resto, tapi anehnya menu andalan mereka “Gyoza” (makanan khas Jepang). Ternyata butuh proses untuk bikin taringnya tumbuh dan bisa menghisap darah manusia. Dan itu ga terjadi gitu aja, ga bisa ke sembarang perempuan juga. Makanya ada yang disebut “destined woman” tadi. Kalo dia udah ketemu perempuan itu, taringnya akan tumbuh.

Kuromiya ini karakternya cool abis, karena dia ga suka dengan manusia yang serba konyol, ribut, sekaligus ribet. Dia juga ga berminat menjalin pertemanan dengan mereka. Setelah dia mendapatkan perempuan itu, dia akan segera menghisap darahnya dan pergi. Kenapa ngotot banget ngisep darah? Karena darah manusia hidup itulah yang akan bikin dia jadi immortal. Dan ini harus dilakukan sebelum bulan purnama. Kalo sampai deadline itu dia belum menghisap darah sama sekali, dia akan jadi debu dan musnah. Cool guy, poor guy😦

Jalan untuk bisa menghisap darah ini pun berliku, kenapa? Karena taring Kuromiya belum mau tumbuh meskipun dia maksa sampe’ “mojokin” cewek-cewek di sekolahnya. Asal tahu aja, Kuromiya ini digilai banyak cewek. Makanya dia manfaatin dengan sesi jumpa fans di ruang UKS. Semua cewek dapet giliran masuk ke ruang itu untuk ketemu dan lebih deket sama dia. Lebih deket di sini jangan diartikan yang enggak-enggak, karena tujuan dia adalah untuk menghisap darah mereka. Tapi ga satupun cewek yang bisa bikin taringnya tumbuh, itu berarti dia harus mencari si “destined woman” lagi untuk bikin taringnya tumbuh.

 

Yeah.. chemistry.. chemistry..:mrgreen:

Singkat kata, ternyata “destined woman” itu adalah Natsukawa Makoto, yang ga lain adalah guru (wali kelasnya). Meskipun pada awalnya mengelak dan bersikukuh kalo dia ga ada perasaan ke Makoto, toh akhirnya dia menyadari juga. Yup.. he fell in love with her..🙂 Makoto sendiri sepertinya juga punya perasaan yang sama, karena Kuromiya ini mirip banget sama cinta pertamanya yang udah meninggal 10 tahun lalu. Yeah.. First love never ending..

Kuromiya bersikeras tidak mau menghisap darahnya meski konsekuensinya ia akan mati. Yaiyalah, mana bisa dia nyakitin perempuan yang dia cintai.. uhh.. co cweet.. hehe.. Tapi..masalah bukan hanya sampai di sini. Ternyata banyak hal yang perlahan terungkap, tentang jati diri Kuromiya yang sebenarnya dan kehadirannya di lingkungan keluarga Shinjo. Di sinilah konflik-konflik menarik mulai disuguhkan. Klimaksnya benar-benar kerasa.

Mm.. ceritanya dilanjutin gak, ya? Gak usah, deh.. biar penasaran dan langsung lihat filmnya aja😆

 

Mending gini.. Kalo ketawa ga keren:mrgreen:

Overall.. Film ini cukup menarik meskipun judulnya kurang ciamik. Disamping bintangnya yang memang keren gila😀 gambarnya juga lumayan, ada beberapa scene yang tonenya saya suka. “Feel” dan chemistrynya dapet banget! Selain romance antara Kuromiya dan Makoto, film ini juga menyajikan konflik interpersonal, intrapersonal, dan drama tentang pertemanan serta keluarga. Ini yang sukses nampol saya sampe nangis bombay dan ingusan. Oh.. gimana nasib cardigan item yang tadi saya pake’ untuk lap ingus? (saya ga punya tisu, yang deket di depan saya cuma cardigan). Bagi saya, film ini juga mengandung banyak filosofi tentang kehidupan. Entah saya yang terlalu sensitif atau memang film ini sengaja dibuat dengan tujuan sampingan seperti itu, hehe.. Terakhir.. film ini pas, ga ada yang berlebihan, termasuk adegan vulgar. Woo.. jangan harap bisa menemukan adegan macam itu di film ini. Haha..

Ada satu quote yang nempel banget di otak saya. Scene waktu Kuromiya mulai kehilangan tenaga dan Kaito (vampir yang menjadi pendamping Kuromiya) ngotot nyuruh dia ngisep darah biar bisa immortal serta merasakan kebebasan, bebas dari rasa sakit yang dia rasakan sekarang.

Kaito: “By obtaining eternal life, u would become free! Right?”

Kuromiya: “If a vampire has to drink blood to survive, can u really call it freedom?”

Beuh.. nampol.. nampol dah tu kalimat.. haha..

Well.. sekian review amatir dari saya. Penasaran apakah film ini seperti bawang bombay yang membuat mata perih dan berurai air mata? Just watch..!! Coba aja download, soalnya temen saya ini juga dapet dari hasil download. Males? Bisa ngopy dari saya koq (untuk wilayang Malang dan Surabaya), tinggal siapkan flasdisk minimal 4GB, karena size film ini cukup besar, totalnya 3,58GB. Jangan bawa DVD blank, karena saya ga ada DVD room:mrgreen:

Siapkan tisu dan mari berbombay ria bersama😥

2 responses to “Film “Bawang Bombay”

  1. dwi September 1, 2012 at 2:46 am

    waw,, cool… aq sedang cari filmnya… bisa didownload dimana, ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: