kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Rehat


Apa yang akan kamu lakukan kalau kehilangan pekerjaan yang kamu cintai dan kamu banggakan? Sedih berkepanjangan sampe nangis 7 hari 7 malam? Mengurung diri di kamar, ga mandi, ga makan, ga dandan? Oke, itu berlebihan. Sedih, pasti! Nangis, jelas! Tapi yang penting bukan lagi memikirkan pekerjaan yang sudah hilang, melainkan bagaimana cara untuk mendapatkan kembali pekerjaan yang tidak kalah menyenangkan dan membanggakan. Perkara apakah pekerjaan di bidang yang masih sama atau berbeda, itu tak jadi soal, asal menimbulkan passion dan kecintaan terhadap pekerjaan.

Passion, saya adalah salah satu orang yang mengutamakan hal ini dalam setiap pekerjaan yang akan saya jalankan. Karena bagi saya bekerja tanpa passion sama saja bekerja di jaman belanda, kerja rodi, susah untuk ikhlas, karena tujuan dari bekerja semata-mata hanya uang, dan tidak mungkin perlahan bisa menjadi budak rupiah. Saya memilih bekerja dengan gaji yang tidak seberapa besar, asal saya senang mengerjakannya.

Butuh waktu satu tahun lebih sampai saya mendapatkan pekerjaan impian saya. Yup, satu tahun terakhir ini saya bekerja pada sebuah penerbitan buku sebagai seorang editor dan penulis buku anak. Wew.. pekerjaan yang terakhir itu sebenarnya bonus yang tidak pernah saya perkirakan sebelumnya. Awalnya saya memang mengajukan aplikasi pekerjaan sebagai editor buku anak, karena memang perusahaan tersebut sedang membutuhkan editor. Merasa tidak memiliki bekal sebagai seorang editor, saya juga agak ragu waktu mengirimkan aplikasi lamaran, nothing to lose saja lah. Sampai tiba saat panggilan interview, kakak sahabat saya bilang “Ambil aja Mel, gakpapa lah kalo gajinya ga seberapa, yang penting kamu udah dapet pengalaman.” Yeah.. saya memang tidak begitu bermasalah soal gaji, tapi agak ga pede karena saya ga punya bekal ilmu yang memadai untuk menjadi editor, hallo.. saya lulusan psikologi, bukan sastra, haha.. Tapi, katanya kakak sahabat saya itu, modal untuk jadi editor itu ga harus makan bangku kuliah, yang penting mau belajar, KBBI dan buku EYD adalah senjatanya, tentu saja disertai pengalaman, nanti lama-lama juga terbiasa. Oke, omongannya masuk juga. Meskipun sebenarnya masih ada sedikit keraguan dalam benak saya, buku anak, yup.. ini adalah satu point yang masih awam untuk saya, selama ini kan segmen tulisan saya untuk kalangan dewasa.

Interview sudah saya lalui, nego gaji, dan.. taraa..!! Saya resmi menjabat sebagai editor buku anak plus writer. Loh..??? Iya, ternyata editor di sini juga bekerja sebagai penulis naskah buku anak! Hwoaaa… saya girang bukan kepalang!!! Pekerjaan impian saya sudah di tangan:mrgreen: Yeah.. meskipun titlenya buku ANAK, tapi saya tetap mencintai pekerjaan ini, pekerjaan yang semakin meningkatkan passion saya dalam dunia penulisan.

2010 was great! Sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang juga awesome😉 Selama satu tahun masa kerja (well.. sebenarnya masih 11 bulan) saya mendapatkan begitu banyak hal di sana. Saya belajar jadi editor, belajar menulis buku anak yang ga segampang orang kira, belajar menilai naskah dari penulis luar yang masuk, tahu sedikit tentang pekerjaan pra cetak, kateren, dan.. akses internet unlimited membuat saya semakin gila!😆

Saya beberapa kali terlibat proyek nulis kroyokan untuk buku kumpulan cerpen, dan sempat menyumbangkan desain cover untuk salah satu buku tersebut. Garis besarnya, selama saya bekerja di tempat itu, saya memiliki banyak kesempatan untuk mengasah skill dan minat saya. Tidak hanya tentang pekerjaan, karena di tempat itu saya juga mendapatkan teman-teman dan keluarga baru. Satu tahun bagi saya adalah waktu yang cukup untuk memiliki kelekatan dengan sesama teman, jangankan satu tahun, satu bulan aja saya udah ngerasa kehilangan kalo harus berpisah dengan teman kerja, hehe..

Berbicara tentang kehilangan, ya.. saya sudah kehilangan pekerjaan impian itu kini. Masa kontrak yang seharusnya habis akhir bulan ini terpaksa dimajukan dan dipercepat. Kenapa? Karena kinerja saya yang kurang? Nope!! Kondisi perusahaan yang memang mengharuskan dilakukannya perampingan. Sorry to say, tapi saya tidak mau kinerja saya menjadi alasan tidak diperpanjangnya kontrak kerja saya, karena saya merasa kinerja saya selama satu tahun ini cukup baik, haha.. biaaarrr.. saya ga mau orang menilai kerja saya buruk hanya karena kontrak kerja saya yang tidak diperpanjang.

Pertama kali mendengar isu perampingan ini, saya syok, sedih, nangis sendiri di kamar kost. Saya ga nyangka akan kehilangan pekerjaan ini. Apa jadinya saya tanpa pekerjaan ini? Oh gosh.. it’s hurt. Mungkin rasanya seperti kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup kita, haha.. lebay! Tapi emang gitu yang saya rasain, mungkin seperti ini rasanya kalo diputus pacar, haha.. maklum, selama ini saya ga pernah diputus, selalu saya yang mutusin duluan😀

Saya butuh waktu 2 hari untuk syok dan nangis, meskipun ga saya liatin ke temen-temen kantor, karena saya cuma nangis di kamar, hehe.. Eh, ga juga ding, saya juga pernah nangis di depan monitor kantor (meski ga ada yang tau) gara-gara makhluk bernama Ujang Prayana, dua kali!! Haha.. meski penampakannya preman begitu, tapi ternyata petuah2nya bisa bikin air mata saya berlinang, hehe..

Waktu dua hari itu cukup membuat saya berpikir jauh ke depan. Hari ketiga sudah tidak ada lagi kesedihan dalam hati saya, hanya mungkin sedikit getir karena akan kehilangan teman-teman yang hampir satu tahun ini menemani saya, 45 jam dalam seminggu. Saya sudah mulai berpikir untuk mewujudkan impian saya yang lain, ahee.. apa itu? Desainer, owner, sekaligus bag maker (ga tau istilahnya) di butik tas saya sendiri! Honestly, saya masih ingin melanjutkan karir di bidang penulisan, tapi saya sadar kalau jalan ke arah sana juga tidak mungkin secepat membalik jemuran. Saya butuh pekerjaan yang bisa menghasilkan uang dalam jangka pendek, karena saya memiliki tanggungan yang tidak sedikit setiap bulannya. Dan untuk bisa membayar tanggungan itu, saya harus menghasilkan uang, dengan cara apa? Ngelamar kerja lagi? Iya, tapi itu juga butuh proses yang tidak instan, seleksi, tes, interwiew, dan tanggungan saya tiap bulan tidak bisa menunggu hal itu. Saya tetap mengirimkan aplikasi lamaran ke beberapa penerbit, majalah, koran, bahkan website sebagai penulis, editor, atau reporter. Hanya saja saya harus melakukan pekerjaan lain sembari menunggu panggilan kerja itu. Salah satunya adalah dengan mulai merintis usaha tas handmade impian saya. Yeah.. saya punya begitu banyak mimpi, dan butik tas adalah salah satu impian kecil dari sekian banyak impian besar saya lainnya, haha.. Wait, kalo ortu gimana? Whoott..?? Saya musti nodong lagi ke ortu? No, thanks.. Saya lebih suka kerja keras jungkir balik daripada leha-leha menanti jatah bulanan dari ortu, gile aje.. udah umur segini masih ngerepotin ortu! Ya, saya tahu sih, biar gimanapun ortu masih punya tanggung jawab terhadap hidup saya, tapi saya ga mau nyerah dengan keadaan ini, saya ga mau pasrah gitu aja. Sehari setelah saya mengaku perihal kontrak kerja yang diputus, saya sempat sms ke ebes, saya bilang ke beliau agar tidak usah memikirkan saya, soal tanggungan tiap bulan yang harus saya bayar itu, mungkin saya bisa mendapatka uang dari nulis freelance dan usaha tas. Ya, tas..!!

Brand sudah siap, blog mulai dibangun, beberapa bahan sudah terbeli, mesin jahit sudah diservice, dan semangat saya juga semakin menggila! Saya kalap di toko kain, kerasukan di toko benang, mabuk diantara timbunan beads, gulungan pita, dan berbagai aplikasi cantik lainnya. Yeaahhh.. saya kembali merajut benang-benang impian saya yang sudah lama tertimbun😉

Hari-hari saya mulai disibukkan dengan menggambar pola, desain, dan corak, menggunting kain, menyulam, dan sebentar lagi akan menjahit. Bahkan di dinding kamar saya sudah menempel sterofoam yang panjangnya nauzubillah dan berwarna hijau tosca. Papan ini saya gunakan untuk menempel sampel kain lengkap dengan harganya (untuk memudahkan penghitungan biaya produksi), coretan2 desain gambar saya, bahkan meteran pun saya gantungkan dengan push pin di sana, hehe.. Yipie.. saya semangat sekali! Tapi.. saya tiba-tiba rindu dengan deadline naskah Saya rindu menulis yang benar-benar menulis, bukan sekedar tulisan di blog, cerpen, atau novel, melainkan tulisan yang kelak akan bisa dibaca banyak orang, yang harapan saya, sih bisa mendatangkan manfaat, hehe..

Selain mulai menjalankan roda usaha di bidang handmade bag, saya tetap menunggu order tulisan. Hehe.. saya memang mengajukan aplikasi sebagai web content dan penulis artikel lepas, mm.. boleh ga sih ngaku kalo saya juga menawarkan diri menjadi seorang ghost writer? Ups.. keceplosan! Haha.. Beberapa hari yang lalu saya sempat mengerjakan order artikel dengan tema yang cukup berat, tapi sampai sekarang belum tahu gimana kelanjutannya, diterima atau ditolak, hehe.. Tetap semangat!!

Sampai saat ini saya masih sedikit heran, kenapa saya bisa secepat itu bangun dan menemukan semangat serta passion kembali. Mungkin kalau peristiwa ini terjadi beberapa tahun yang lalu, saya akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa bangkit dan memandang jauh ke depan dengan positif dan optimisme seperti sekarang. Entah, mungkin saya harus bersyujur karena saya melewati ini sendiri, saya melewati ini tanpa ada lelaki di samping saya, haha.. curcol cintaaa.. Kejadiannya mungkin akan berbeda kalau ada seseorang di samping saya, bisa-bisa saya malah berhenti, stuck, ga maju-maju, mellow, minta diperhatikan, minta dukungan, dan ga bisa mandiri. Dan pengalaman terdahulu juga mengingatkan saya bahwa setelah ini masih ada pekerjaan lain yang lebih baik dan sedang menanti saya. Ini adalah keyakinan saya, bahwa Tuhan tengah menyiapkan hal yang jauh lebih baik di depan sana. Bukankah untuk bisa naik kelas kita harus melewati ujian dahulu? Dan keris itu bukanlah hasil sekali tempa. Ya, saya begitu yakin akan hal ini. Mungkin, mungkin.. setelah ini saya bisa mewujudkan impian besar saya, hijrah ke ibukota mungkin. Dulu option ibukota ini tidak masuk sama sekali dalam daftar cita-cita saya, tapi kalau dipikir-pikir sekarang, kesempatan di ibukota lebih besar, mungkin mimpi saya bisa terwujud di sana, who knows?😉

Rehat.. saya menganggap fase ini sebagai kesempatan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas selama beberapa waktu terakhir. Mungkin Tuhan memberikan saya waktu untuk menikmati hal lain di luar pekerjaan saya sebelumnya. Tuhan akan mengganti yang diambilNya dengan sesuatu yang lebih baik, saya yakin itu. Pekerjaan impian saya akan tergantikan dengan impian-impian saya yang lain. Dan selama waktu penantian itu, banyak hal yang bisa saya lakukan, seperti keseharian saya sekarang ini. Saya mencoba menikmati setiap fase dalam kehidupan dengan cara saya sendiri. Manfaatkan setiap peluang yang ada untuk selangkah lebih jauh ke depan.

Sekarang saya memang tidak lagi bekerja pada sebuah perusahaan, tapi saya tidak jobless. Saya memiliki pekerjaan yang saya bangun sendiri, saya juga masih sebagai penulis sampai detik ini.

Eh, kalau butuh penulis untuk web content, artikel, atau apapun, kabarin saya, ya.. Mungkin saya bisa bantu😉

2 responses to “Rehat

  1. rani February 10, 2011 at 2:44 am

    semangat,mex.this is not the end.ini baru awal kesuksesan.terus berdoa ya,sist!satu pintu tertutup masih banyak jendela2 yg bisa dilewatin *edisimalingdotcom hehehehehehehehehe…

    Hug & Kisses!

  2. meliamex February 15, 2011 at 5:05 am

    Yeay..!!
    Semangat jaya..!!😀
    Amin.. thanx sist.. muach.. muach..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: