kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Lupa Umur


Idealnya usia 26 itu sudah memiliki rencana masa depan yang matang, meniti karir yang cemerlang, memilih pasangan hidup, dan “berperilaku” layaknya manusia dewasa. Ideal menurut kamus siapa? Bukankah idealisme masing-masing orang itu berbeda? Lalu.. kenapa lantas harus tunduk pada standar orang lain??

Baru beberapa hari yang lalu saya genap menginjak usia 26 tahun (yg bilang saya tua siap2 digampar pake gedebog pisang). Satu tahun terakhir benar-benar awesome, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya bersyukur dapat melewati semua fase, senang, sedih, gelak tawa, dan derai air mata. Lalu apa rencana ke depan setelah stempel 26 tahun benar-benar menempel di jidat saya?

Well.. sebenarnya pertanyaan ini bukan hanya ditujukan pada saya, melainkan juga pada banyak teman yang seumuran, terutama yang perempuan dan masih lajang. Jiaaahh.. pertanyaannya ga jauh-jauh dari KUA, dah..

Kalo dicecar dengan pertanyaan seperti itu, saya bawaannya suka “lupa” sama umur sendiri. Gimana mau mikirin married kalo saya sendiri kelakuannya masih belum mengarah ke sana. Banyak hal yang membuat saya lupa sama umur.

Kalo ngumpul sama anak-anak Angel Hope, terutama yang cowok-cowok, saya suka lupa dengan umur saya yang DUA PULUH ENAM tahun. Guyonan ala becakan saya ga akan bikin orang ngira kalo saya sudah bukan anak belasan tahun atau mahasiswa fresh graduate. Bahkan sahabat saya sempet nyeletuk “Ga ada wibawa seorang founder sama sekali.” Haha.. ya, ya, saya sadar itu..

Guyon ala becakan brg orang2 gila ini

Kalo ketemu sama anak-anak muda yang baru saya kenal, biasanya saya juga suka lupa umur. Jujur, saya senang lihat anak muda yang aktif, tidak melulu tentang organisasi, melainkan lebih pada passion, tekuni hobi, ciptakan karya, exist di mana-mana, dan buat hidup lebih berwarna.

Young and Dangerous😎

Bersyukur saya kenal dengan berondong-berondong ini, Bolosuro, begitu mereka menyebut dirinya. Lima anak muda kota Surabaya yang memiliki latar belakang berbeda satu sama lain. Saya pertama kali mengenal mereka saat sama-sama terlibat di LA Lights Indie Movie 2009, salah satu anggota Bolosuro adalah sesama finalis dari Surabaya. Hubungan saya dengan mereka pun masih terjalin sampai sekarang, meski jarang bertemu langsung dan hanya saling sapa lewat dunia maya.

Bolosuro

Memiliki latar belakang karakter dan agama yang berbeda (islam, nasrani, dan hindu) mereka tetap bisa berjalan beriringan. Ga cuma nongkrong bareng di sekolah, mereka juga sering menghabiskan waktu di rumah Stevi, kadang suka nginep berhari-hari, udah kayak rumah sendiri. Kalo lihat mereka adu mulut karena masalah sepele, saya suka ketawa sendiri, ada aja yang diributin. Ya, benar-benar mengingatkan masa muda saya. Ini yang suka bikin saya lupa umur. Mereka udah saya anggep kayak keponakan sendiri. Dan.. gayung bersambut, si Bima paling getol manggil saya tante.. Ergh..😕

Ki-Ka: Endra, Stepi, Iwan, Bima

Mengisi hari-hari dengan hobi dan kesukaan juga membuat saya lupa umur. Nulis, gambar, mikir, ya.. mikir adalah salah satu hobi saya. Saya suka mikir program2 dan event apa lagi yg bisa dibikin Angel Hope.

Tapi.. ada juga moment2 yg bikin saya inget kalo umur saya DUA PULUH ENAM.. Seperti.. waktu dateng kondangan, atau jenguk temen yang abis ngelahirin gini.. Baru deh.. sadar kalo ternyata saya bukan lagi remaja..😀

Sadar umur😀

Tapi toh saya tetap nyaman dengan hidup saya, sekalipun mungkin ada yang merasa bahwa saya tidak pernah benar-benar serius merencanakan masa depan. Halloo.. jangan samakan orang lain dengan diri Anda! Saya punya prinsip hidup yang berbeda, tidak lewat jalur biasa seperti lahir, sekolah, lulus, kerja, kawin, punya anak, punya cucu, mati. Saya masih ingin mengisi hidup saya dengan banyak mimpi yang harus saya wujudkan.. Dan saya belum ingin merubah hidup saya yang penuh warna dengan kehidupan monochrome yang mempersatukan 2 orang beda kelamin, u know what I mean..:mrgreen:

26 tidak akan membuat saya buru-buru mencari pasangan hidup..

26 tidak akan membuat saya mengganti dompet cowok dengan purse branded luar KW 10..

26 tidak akan membuat saya mengganti slip on dan sandal jepit dengan wedges atau stiletto..

26 akan tetap membuat saya bertualang dan mengejar mimpi penuh warna..

26 Anda dan saya berbeda..🙂

Ya.. saya menikmati moment “lupa umur” ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: