kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Final Destination 5, Ending or Opening?


Anda mungkin tidak akan menemukan banyak hal baru di film ini, tapi setidaknya twist kecil di bagian akhir cerita bisa membuat Anda keluar bioskop sambil tersenyum dan berseru “Exactly!”

Mandala 21 pukul 16.29

Sedikit terlambat masuk teater, 4 menit saya melewatkan opening title yang entah seperti apa tampilannya, berdarah-darah, bersuara menggelegar, atau mungkin beriring lagu “Dust in the Wind”. Selalu malas telat masuk teater, karena saya bawaannya suka kesandung kalo jalan di tangga waktu gelap, meski ada lampu-lampu kecil di bawah anak tangga, tetep aja mata saya burem.

Waktu saya duduk di seat yang sepertinya ketinggian satu level, layar sudah menampilkan scene di mana Sam (tokoh utama) sedang berbincang dengan Nathan (kalo ga salah inget) di samping sebuah bus yang akan membawa mereka untuk perjalanan retret. Asumsi saya, mereka ini anak kuliahan yang lagi retret UKM.

Karena saya masih jetlag dari angkot dan jalan kaki super cepat untuk ngejar waktu tadi, saya masih belum fokus sama scene-scene “pertama” yang jelas-jelas tampil di depan mata. Yang paling saya inget, Nathan ngobrol tentang Paris sama Sam. Saya baru mulai fokus waktu scene Sam lagi duduk di bus saat melewati sebuah jembatan yang sedang mengalami perbaikan konstruksi. Sam melihat lubang pada jembatan yang menampakkan laut di bawahnya. Sebuah ember tertiup angin dan jatuh ke bawah, menghantam sebuah beton sebelum akhirnya terpental ke air. Tiba-tiba jempol tangan kanan Sam (atau telunjuknya? Agak lupa, hehe) tergores sesuatu di kursi depannya sampai mengeluarkan darah. Dan sepertinya waktu itu saya sudah pindah duduk ke deretan di bawah seat awal saya, hehe.. Alasan saya pindah seat karena kayaknya saya salah tempat dan saya dikepung dua pasangan di kanan-kiri yang tentu akan berisik serta mengganggu konsentrasi saya.

Setelah jari Sam tergores, tiba-tiba layar televisi di dalam bus mulai kabur, angin berhembus kencang dan radio tiba-tiba melantunkan lagu “Dust in the Wind”. Tiang-tiang dan tali baja jembatan mulai bergoyang, aspal mulai retak dan mobil-mobil berjatuhan. Semua orang panik, tak terkecuali Sam dan orang-orang di dalam bus. Sam menarik Molly (ex girlfriend) keluar dari bus. Di belakangnya menyusul Steve dan Candice. Watch out! Perhatikan Steve, wajahnya pasti akan mengingatkan Anda pada seseorang:mrgreen:

Semua berhambur keluar menyelamatkan diri. Sam ngotot ngebawa Molly ke tempat yang aman, gitu juga sama Steve yang nyelametin Candice. Tapi sayang, Candice keburu jadi korban pertama yang terpental waktu tubuhnya mengenai beton jembatan dan jatuh ke bawah, tertancap tepat di ujung tiang kapal yang sedang melintas.

Naas, Issac yang tadi masih berada di dalam kamar mandi baru keluar saat orang-orang sudah turun dan bus mulai oleng bersiap terjun bebas ke lautan. Benar saja, Issac adalah korban kedua yang sukses menempel di kaca depan bus saat menghantam air laut yang entah jatuh dari ketinggian berapa kaki.

Sam, Molly dan Steve sedang sibuk berjuang menyelamatkan diri. Sam berhasil menyeberangkan Molly ke sisi jembatan yang aman, meski harus melewati sebilah rangka baja. Giliran Sam yang akan menyeberang, tapi tiba-tiba Olivia berteriak minta tolong karena kacamatanya terjatuh dan ia tidak bisa melihat dengan jelas. Sam mencoba menolong Olivia dan menyuruhnya menyeberang ke tempat Molly. Tapi Olivia tak berhasil, ia terjatuh ke air, selamat. Tapi tak lama, karena waktu ia menyembulkan kepala ke atas permukaan air, tiba-tiba sebuah mobil jatuh menghantamnya.

Dennis, orang yang sepertinya bertanggung jawab atas rombongan bus itu hampir saja menyusul Issac terjun bebas ke laut, tapi ia bisa sedikit terselamatkan karena berpegangan pada pinggiran aspal. Lagi-lagi tak berlangsung lama, karena tiba-tiba sebuah kaleng jatuh dan menyiram tubuhnya dengan cairan aspal panas, bagian atas badannya melepuh dan ia jatuh ke air.

Kini tinggal Sam dan Steve yang masih berjuang. Sisi jembatan sudah mulai runtuh, Steve melompat ke rangka baja di sisi jembatan yang aman, tak jauh dari tempat Molly. Sam ikut melompat dan berhasil menggantung di rangka baja bersama Steve. Saat akan merangkak naik, tiba-tiba sebuah truk bermuatan rangka besi berjalan mundur, siap menjatuhkan rangka-rangka tersebut ke arah mereka berdua. Beberapa bilah rangka jatuh dan menembus badan Steve, ia jatuh ke beton di sisi tiang jembatan. Kalau Anda pernah memainkan game PB, seperti itulah pemandangan yang terlihat, tapi bedanya darahnya lebih real.

Rangka-rangka besi selanjutnya menghantam Sam dan membelah tubuhnya menjadi dua bagian. Tiba-tiba… slap! Sam bangun dari tidur dan “visionnya”. Well.. seperti biasa lah.. tak beda jauh dengan Final Destination sebelumnya, Sam mengajak beberapa orang keluar karena akan terjadi kecelakaan massal. Tapi kali ini agak egois, karena Sam hanya memikirkan Molly. Cuma dia satu-satunya orang yang dia tarik keluar. Untung Steve disuruh Dennis keluar manggil Sam, karena Dennis yang bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa dengan mereka. Untung juga si Candice nyusul Steve, pacarnya. Eh, si Dennis, Issac dan Nathan ternyata ikut-ikutan turun dan ribut di luar.

Jadilah, mereka berdelapan selamat dari kecelakaan maut di jembatan (lupa nama jembatannya). Tapi yang agak aneh, mereka berdiri di belokan jembatan. Yang saya inget, si Molly pegangan ke rangka “pagar” jembatan sambil menatap sisi jembatan di depannya yang perlahan runtuh, dan kayaknya gak mungkin mereka pegangan pagar jembatan dari posisi itu. Hmm.. musti nonton ulang DVDnya, nih.. Eh, ternyata waktu saya cek di foto ini, masih make sense, yang saya lingkari merah itu adalah posisi mereka ber8 berdiri:mrgreen:

Perhatikan lingkaran merah

Baiklah.. ga perlu saya ceritakan detailnya lagi, yang jelas plotnya masih sama kayak FD-FD yang sebelumnya. Saya pernah baca, entah di mana, lupa.. katanya seri yang ke-5 ini menawarkan sesuatu yang baru. Tapi sepanjang cerita, saya tidak menemukan hal yang baru, selain, “Kill or be Killed” yang dipopulerkan oleh Steve. Jadi, menurut asumsinya Steve, mereka bisa “cheat the death” dengan membunuh orang, kasarannya, mereka menukar nyawa diri mereka dengan nyawa orang lain. Tapi hal “baru” ini pun terasa kurang kuat eksekusinya, entah karena porsinya yang kurang atau memang sengaja hanya dijadikan intermezzo.

Oke.. saya kasih tau endingnya, deh.. SEMUA MATI!😆 Bukan hal yang baru, kan? Karena basicnya mereka memang tidak bisa mengakali kematian. Sepintar apapun mereka mengalihkan, kematian itu tetap mengincar jika sudah tiba waktunya. Tapi ada satu yang bikin saya mikir terus sampe sekarang. Si Nathan ini koq bisa masuk “The Lucky 8” ya? Padahal di “penglihatan” Sam, dia ga ada, bahkan kita gak dikasih tau urutan dia mati ke berapa. Dan yang lebih menggelikan, waktu mereka ribut urutan mati dan siapa berikutnya, si Nathan gak kesebut. Tiba-tiba aja waktu Nathan lagi negur Roy, pegawainya, pengait katrol siap niban kepalanya, dan karena Roy gak mau diajak pindah, dia ngedorong dan pengait katrol itu sukses nembus kepala Roy. Efeknya? Keren menurut saya. Jadi tuh pengait masih sempat gerak dan malah nancep, nembus bagian atas kepala Roy.

Kematian favorit saya adalah Candice. Gak tau kenapa, scene waktu dia terlepas dari “ayunan” di tempat latihan senam gara-gara serbuk yang beterbangan mengacaukan konsentrasinya, sampai akhirnya dia terlempar beberapa meter ke depan, dengan posisi tubuh tengkurap, kaki ditekuk ke atas sampai melingkar, tangan patah, berlumuran darah. Real banget keliatannya.. Meski saya ga tahu pasti apa bener jatuh terlempar gitu bisa sehebat ini efeknya..

Scene favorit saya, bagian awal dan akhir. Bagian awal waktu jembatan runtuh, suka sama efeknya. Bagian akhir yang.. mm.. ntar, deh.. bahas yang lain dulu :p

Overall, film ini cukup menghibur. Busyet.. film yang ngeliatin cara orang mati dibilang menghibur! Haha.. maklum, saya butuh hiburan setelah 2 minggu terakhir sepulang kerja saya selalu bergelut di dapur😀 Awalnya saya kira karakter-karakternya masih duduk di bangku kuliah, tapi koq agak aneh waktu liat perawakannya Steve yang kurang pas untuk peran anak kuliahan. Eh, ternyata benar, mereka bukanlah mahasiswa, melainkan pegawai Pressage Paper yang mengalami kecelakaan waktu perjalanan retret bisnis. Entah, ya.. saya masih canggung dan belum terbiasa dengan karakter pegawai, biasa liat Final Destination yang tokoh-tokohnya anak sekolahan or kuliahan, sih😀

Bicara soal akting, saya kurang suka sama aktingnya si Sam, kesannya datar banget. Entah sengaja dibuat cool gitu atau mungkin kurang reading, hehe.. Yang lumayan menurut saya si Steve, keliatan mulai gila karena semua kejadian yang dia alami. Ngomong-ngomong soal Steve, kayaknya dia cloningannya Tom Cruise versi gemuk (berisi) deh.. Eh, dibocorin! Hehe..

Soal feel film, saya koq ngerasa emosinya agak kurang terasa. Tokoh utamanya terlalu sibuk sama diri sendiri, ngurusin karir, cinta, dan kesannya ga begitu terganggu banget dengan semua kejadian yang udah dia alami, beda sama FD 1-3. Saya sengaja gak masukkin FD 4 karena gak memorable, tokoh2nya jerk semua! Wkwkwk..

My fav characters on FD 3:mrgreen:

FD 2-3 emosi tokoh utamanya keliatan banget, feelnya dapet, mungkin karena mereka perempuan, tapi FD 1 yang tokoh utamanya Devon Sawa juga emosinya kerasa, dapet banget! Dan elemen-elemen pendukung di FD1-3 juga kerasa. Efek angin, api, cahaya, banyak hal yang mendukung atmosfer gloomy. Beda sama FD 5 yang emosinya terlalu datar, kurang nonjok. Alurnya kerasa agak cepet, seolah-olah kita cuma dibawa untuk ngeliatin mereka mati gitu aja. Effortnya terasa kurang, padahal udah ada karakter tambahan, “The Coroner” yang konon udah pernah liat kejadian seperti itu dan sering memperingatkan mereka untuk hati-hati. Tapi kehadiran karakter itu kurang dimaksimalkan, kayak cuma numpang exist di kamera aja.

Seperti yang udah saya singgung sebelumnya, tokoh utamanya terlalu sibuk dengan hidupnya sendiri, berusaha mendapatkan mantannya kembali dan menata karirnya di Paris. Yup, awalnya saya kurang ngeh sama Paris ini. Wait n see:mrgreen:

Langsung loncat ke bagian akhir cerita. Jadi, Steve berusaha ngebunuh Molly karena menurut dia cuma Molly yang pantes mati (cemburu sama Sam yang cuma mikirin Molly doang kali), tapi seperti yang udah kita tahu, kematian ga bisa dicurangi. Steve akhirnya mati juga, ditusuk Sam waktu dia mau ngebunuh Molly. Nah.. karena menurut asumsinya Steve mereka bisa nuker nyawa dengan nyawa orang lain, jadi Sam dan Molly ngerasa udah aman, karena nuker nyawa detektif yang ditembak Steve karena ngikutin mereka dan berusaha nolong Molly.

Sam nerima tawaran magang ke Paris dari resto tempat kerja part timenya. Akhirnya dia dan Molly berangkat ke Paris, naik pesawat. Waktu mereka duduk, kita diliatin tiket yang dipegang Sam, di situ tertulis tahun 2000. Eh, tiba-tiba ada keributan kecil, seorang penumpang keluar sambil ngomel dan ada yang dipegangin temennya juga. Penumpang itu cuma diliatin sekilas, dan saya cuma inget dia pake kaos putih polos, entah yang ngedumel itu temennya atau siapa. Oke.. dari sini saya udah teriak aja, “You got it!” sambil tersenyum dan ngepelin tinju ke telapak tangan saya sendiri.

Asumsi saya semakin diperkuat dengan jawaban pramugari waktu Sam tanya ada keributan apa. Pramugari itu jawab “Ada seorang anak yang bilang dapat penglihatan bahwa pesawat ini akan mengalami kecelakaan.”

Carter (FD 1) yg berantem sama Alex di pesawat

Hahahaha.. hayoo.. yang ngaku fansnya FD pasti udah tau! Yup, tebakan saya film ini setting waktunya sebelum Final Destination 1. Jangan bilang udah lupa, deh.. Itu.. yang rombongan anak SMA mau liburan ke Paris naik pesawat, si Devon yang agak freak ma pesawat dapat penglihatan kalo pesawat bakal kecelakaan. Akhirnya dia nyuruh orang-orang turun, tapi semua gak percaya, akhirnya cuma dia dan beberapa orang temennya yang turun. Udah.. inget? Paris, 2000, pesawat, itu sudah cukup untuk dijadikan clue yang menghubungkan cerita dalam film ini dengan seri pertama. Soal si kaos putih itu, setelah tadi saya cek di opening accident FD 1, ternyata itu si Carter (Kerr Smith).

Ending or opening? Ending seri ke-5 ini kalo menurut saya adalah opening dari FD 1. Cuma masalah plot yang dibalik aja.. Tapi.. yang bikin kurang relevan, style tahun 2000 sama sekali ga terasa di film ini. Style pramugarinya beda, rambutnya, seragamnya.. kayaknya warnanya sama. Beuh.. continuity musti cermat banget ini! Gambarnya juga beda, yaiyalah.. kalo ngebandingin FD 1 dan FD 5 ibarat nonton video dari MD 10000 (bener MD apa PD, ya? Lupa, hehe) dan 7D,😆 Dan.. jangan harap melihat Devon jadi cameo di sini. Selain karena mungkin bayarannya gede, muka dia udah ga cute kayak dulu lagi kali😀 sebenernya kalo mau nyelipin scene dari FD pertama bisa, tapi ga mungkin juga ah, gambarnya beda gitu..

Meski agak kurang relevan, tapi saya suka dengan bagian akhir FD 5 yang memiliki benang merah dengan cerita yang jauh sebelum seri ini. Tebakan saya, sih.. Final Destination 5 ini bener-bener final, ga akan ada seri berikutnya. Karena menurut saya benang merah yang menghubungkan FD 5 dengan FD 1 sudah merupakan akhir yang oke! Kalo dipaksain lanjut lagi, malah bisa ngerusak jalinannya. Eh, tapi bisa aja dilanjutin, kan kata “The Coroner” dia pernah liat kejadian serupa, di mana serentetan kasus kematian terjadi karena beberapa orang selamat dari kecelakaan massal. Berarti masih ada kisah sebelum FD 5 yang bisa diceritain, tahun 1400 sebelum masehi mungkin😆

Kalo menurut kalian, ini udah bener-bener final apa masih lanjut lagi? Kalo misal lanjut lagi, kira-kira kecelakaan apa hayo? Tapi saya milih stop sampe sini aja, lah.. Ini udah pas, udah bagus untuk mengakhiri semua seri, kecuali FD 4.. WTF dah tuh seri!:mrgreen:

Dari kelima seri Final Destination, yang  jadi favorit saya.. Seri pertama, absolutely! Tapi saya juga suka sama seri ketiga, ide setting di roller coaster menurut saya oke, castnya juga okeee bangeeettt.. Mary Elizabeth Winstead & Ryan Merimman😎

Degan yang saya kasih untuk film ini.. Mmm.. 2,5 aja, deh.. Di tengah-tengah.. Biasanya kalo almost perfect saya kasih 4 s/d 4,5, tapi yang ini cukup 2,5 aja, ya..😉

Dipotong setengah, males ngedit😀

4 responses to “Final Destination 5, Ending or Opening?

  1. dhanie vodca November 30, 2011 at 11:53 pm

    mirip ma runtuhx jembatan kutai kartanegara di tenggarong…
    T_T

  2. freakxeon January 5, 2012 at 11:04 am

    whahaha seru bgt nih film gue suka gue suka
    eh ka kapan2 mampir jga ya ke blog gue
    makash

  3. imanullah February 12, 2013 at 9:00 am

    apa ya nama jembatan nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: