kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Hidup, Menghidupi [Random #2]


Little forest4bSawah terhampar luas, sungai dengan ikan-ikan kecil yang tak henti mengalirkan air jernih, hutan lebat dengan beraneka buah untuk kau petik, udara yang tak pernah habis. Apa lagi yang kau cari? Tidakkah itu semua cukup untuk menghidupimu?

Dulu, jauh sebelum era televisi atau reformasi, hidup mungkin hanya melulu tentang nasi. Tak ada ambisi jadi orang berdasi atau bermobil mercy. Alam menyediakan segalanya, tanam padi tumbuh padi, ditanak jadi nasi, asli, tanpa campuran plastik. Sungai dan sumur melimpah ruah, bebas dari tangan ‘penjajah’. Air minum dalam kemasan gentong, kendil atau gelas seng, bukan gallon, botol atau gelas plastik.

Semakin hari, kehidupan dituntut serba cepat, instan. Selai dan bumbu giling yang sebenarnya bisa dibuat sendiri, bubur ‘ajaib’ yang hanya tinggal diseduh, hingga air minum yang sejatinya tersedia secara cuma-cuma, semua bisa dibeli. Manusia mulai lupa pada yang “menghidupi”.

Karena hidup kini tak melulu soal nasi. Ada ambisi, ada cita-cita, ada passion, dan segala pernak-pernik hidup yang harus diraih. Salahkah? Tidak. Toh hidup adalah pilihan, meski mau jadi apapun nantinya semua akan kembali ke tanah. Tapi sesekali tak ada salahnya untuk meninggalkan hiruk-pikuk dunia yang serba instan dan selalu menuntut kecepatan.

“Little Forest”, sebuah tempat di mana Tuhan menghidupi manusia lewat kekayaan alamnya. Sudah lama sebenarnya saya ingin menonton film yang dibintangi Ai Hashimoto ini, tapi baru bisa mendapatkannya hari ini. Tanpa subtitle, bahkan tanpa sound di lebih dari ¾ film. Saya hanya bisa menikmati sajian gambar demi gambar yang dibingkai dengan amat cantik dalam 2 musim berbeda.

Bagi sebagian orang film ini mungkin akan terasa membosankan. Tapi sebaliknya, saya sangat menikmatinya, melihat bagaimana keseharian Hashimoto, mulai dari memeriksa saluran air di sawah, menyiang rumput, mengumpulkan chestnut yang berjatuhan di hutan, memanen padi, sampai memotong kayu dan tentu saja mengolah berbagai hasil alam yang didapatnya.

Hidup berdampingan dengan alam, mensyukuri setiap jengkal tanahnya, bertanam segala macam sayur, memanfaatkan beraneka hasil hutan, tapi tetap menjaga keseimbangan dan tak berlebihan menggunakan.

Ah, tiba-tiba saya terpikir untuk menghabiskan masa tua seperti ini. Tak perlu berpikir tentang banyak hal, cukup nikmati apa yang tersaji di alam, menjaganya agar bisa terus menghidupi..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: