kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Proteksi Diri [Random #24]


Credit: Jing Jing Tsong

Credit: Jing Jing Tsong

Pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dan beragam aksi kejahatan lain yang mungkin tak pernah terlintas dalam benakmu. Dunia memang sudah semakin gila, tapi kau harus tetap berpikir waras agar tidak ikut-ikutan gila.

Setelah kasus Angeline yang menyita perhatian media dan rakyat Indonesia, beberapa hari lalu kasus pemerkosaan di angkutan umum kembali menyeruak. Bukan persoalan baru, karena sebelumnya juga pernah terjadi kasus serupa, masih di ibukota. Sudah sedemikian gilakah manusia saat ini? Sudah tidak begitu amankah moda transportasi umum kita? Mungkin ya, mungkin tidak. Ah, entah..

Bicara soal transportasi umum, saya adalah salah satu penggunanya. Kalau sedang tidak mengayuh sepeda, saya selalu menggunakan angkutan umum. Saya memang tidak mengendarai sepeda motor dengan berbagai pertimbangan, tidak mau dan tidak bisa. Kenapa? Ceritanya panjang :p

Bersyukur selama ini saya tidak pernah mengalami hal-hal buruk ketika menggunakan transportasi umum. Di Malang, tempat tinggal saya, kasus kejahatan di dalam angkutan umum prosentasenya masih jauh di bawah ibukota Jakarta. Saya pernah naik angkutan umum jam 10 malam, lalu disambung dengan berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam karena tidak menemukan angkot terusannya. Alhamdulillah, sampai rumah dengan selamat tanpa kurang satu apapun. Begitu pun ketika menumpang bus dari Surabaya ke Malang pada jam 2.30 dini hari. Pernah juga naik bus sampai Malang jam 1 pagi dan berjalan kaki sejauh 1km ke rumah dengan kondisi jalanan yang sepi.

Tapi pernah juga satu kali saya terlalu paranoid, mungkin kebanyakan nonton film. Kalau tak salah ingat kejadiannya tahun 2006 lalu. Waktu itu saya memesan taksi dari kost ke rumah dan membawa banyak barang, termasuk satu set komputer. Perjalanan mungkin memakan waktu 30-45 menit. Karena sendirian dan merasa membawa barang berharga, saya pun sempat dihinggapi perasaan khawatir, meski waktu itu siang hari. Hingga akhirnya saya menyiapkan cutter di tas tangan dan sebotol cologne yang tidak ditutup agar tidak repot ketika disemprotkan. Bukan, bukannya saya mau tampil wangi di depan supir taksi, tapi cologne itu untuk disemprotkan ke mata kalau terjadi sesuatu yang tidak-tidak. Tangan saya pun siap dengan cutter di dalam tas dan ponsel dengan kontak yang siap dihubungi kalau ada apa-apa. Lantas bagaimana akhirnya?

Syukur alhamdulillah, keparnoan saya tidak terbukti. Saya sampai rumah dalam keadaan baik-baik saja.

Seumur-umur sepertinya saya hanya parno sekali itu saja. Entah, padahal sebelum peristiwa itu saya tidak pernah merasakan hal serupa, pun ketika bepergian sendirian jarak jauh dengan angkutan umum. Apalagi kini, saya tidak pernah lagi merasakan paranoid ketika berkendara dengan transportasi umum. Bahkan naik taksi sendirian di Kuala Lumpur jam 3 pagi pun saya tak merasakan kekhawatiran apapun.

Satu hal yang mungkin selalu saya andalkan ketika bepergian dengan kendaraan umum, insting. Ketika insting mengatakan ada sesuatu yang janggal atau tidak beres, ya saat itulah saya harus bertindak. Selama tidak merasakan insting yang aneh-aneh, insha allah semua akan baik-baik saja. Tapi meski merasa aman, tetap harus waspada.

Melihat bagaimana kasus kejahatan angkutan umum yang semakin menggila selama beberapa tahun terakhir, khususnya di ibukota, saya merasa ada baiknya kita-terutama perempuan-untuk lebih memproteksi diri. Belajar bela diri? Bisa, minimal trik-trik sederhana yang bisa dipelajari dengan mudah. Tapi terkadang tidak mudah untuk mempraktekkan apa yang kita pelajari dalam keadaan terdesak, apalagi ketika panik dan tidak bisa mengendalikan diri. Mungkin yang bisa dipertimbangkan adalah mempersenjatai diri. Jangan berpikir terlalu jauh dulu. Tidak akan ada adegan perempuan membawa senapan AK47 di atas becak.

Yang paling mudah mungkin pepper spray. Kalau tak ada budget untuk membelinya bisa coba diakali dengan membuat formula sendiri. Campur saja air atau alhohol dengan cabe yang paling pedas.šŸ˜€ Di internet juga banyak tips untuk membuat pepper spray sendiri.

Berikutnya yang juga bisa dibawa adalah cutter, atau mungkin silet yang dimodifikasi agar mudah dipegang. Benda tajam apapun sebenarnya bisa, asal ukurannya tidak terlalu besar, ringan dan mudah dibawa. Bahkan saat ini sudah tersedia beragam aksesoris yang bisa berfungsi ganda sebagai alat pertahanan diri, seperti cincin dengan ujung lancip yang bisa jadi senjata tajam.

Nah, yang ini juga saya baru terpikir. Peluit! Bukan untuk nyambi jadi tukang parkir, ya.. Peluit ini bisa digunakan untuk menarik perhatian orang ketika terjadi sesuatu di dalam angkutan umum yang kita tumpangi. Kalau bisa peluitnya yang suaranya melengking dan keras, jadi nggak disangka tukang parkir. :p

Beragam ‘senjata’ itu lebih baik disimpan di tempat yang mudah dijangkau, seperti saku celana atau baju, kantong tas bagian depan, atau malah digenggam saja, dikaitkan di pergelangan tangan seperti gelang. Memang terkadang untuk pepper spray kurang efektif, apalagi biasanya serangan terjadi dalam sekejap tanpa kita sadari, sementara untuk menggunakan pepper spray membutuhkan sedikit waktu, belum lagi kalau masih harus mencarinya di dalam tas. Untuk menyiasatinya, kini ada pepper spray yang bisa digunakan di pergelangan tangan seperti gelang atau jam.

Mungkin ada baiknya kita, para perempuan mulai memproteksi diri dengan beragam cara, apalagi mereka yang tinggal di kota besar dan sering pulang malam dengan menumpang kendaraan umum. Dan jangan lupa, berdoā€™a dulu sebelum keluar rumah atau kantor.

2 responses to “Proteksi Diri [Random #24]

  1. pupotku June 26, 2015 at 10:19 pm

    Boleh juga itu ide tentang “pluit” nya. Baru sadar saya. Haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: