kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Memori [Random #27]


Credit: stylishandliterate.com

Credit: stylishandliterate.com

Ditanya soal rumus kimia yang dipelajari sewaktu SMA, sebagian besar mungkin akan lupa, kecuali kalau memang kuliah di MIPA. Tapi ketika ditanya siapa teman TK yang dibuat menangis karena rebutan ayunan, mungkin akan langsung mengingatnya, meski kejadiannya sudah berpuluh-puluh tahun lalu. Aneh? Tidak.

Kenapa bisa terjadi? Jawaban sederhananya, karena peristiwa di TK itu lebih melibatkan emosi, perasaan. Sementara hapalan rumus kimia biasanya hanya berupa memori jangka pendek yang dibutuhkan ketika ujian saja. Kecuali, mereka yang memang memiliki minat khusus pada pelajaran kimia, tentu kasusnya akan berbeda.

Itu jawaban sederhana, ketika saya tidak membuka buku atau mengintip internet. Tapi sebenarnya ada jawaban yang lebih lengkap dan detil.

Bicara soal memori, mau tak mau saya harus kembali menggali ingatan tentang psikologi kognitif yang sempat saya pelajari sewaktu kuliah dulu. Tapi rupanya saya tidak bisa mengembalikan ingatan tersebut dengan baik. Buku-buku kuliah menumpuk di lemari, sementara saya terlalu malas untuk mencarinya satu per satu. Kali ini biarkan Paman Google yang membantu saya.😀

Oh, oke.. ini mungkin adalah tulisan saya yang paling serius di edisi #NulisRandom2015. Tapi setidaknya bisa menjadi pengetahuan baru bagi yang masih belum tahu, kalau yang sudah tahu, ya, pura-pura saja tidak tahu😆

Kasus memori tentang rumus kimia dan peristiwa semasa taman kanak-kanak itu, kenapa bisa terjadi? Mari kita runtut dengan pengenalan mengenai memori dahulu.

Memori sendiri terbagi menjadi 3; sensory memory (memori sensori), short term memory (memori jangka pendek) dan long term memory (memori jangka panjang). Proses ketiganya saling berhubungan dan berkaitan.

Memori Sensori

Memori ini berkaitan dengan penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh pancaindera, seperti sensori motorik visual (penglihatan), motorik audio (pendengaran) dan sebagainya. Memori ini cukup pendek dan akan menghilang segera setelah apa yang kita rasakan berakhir. Misal, ketika melihat banyak hal dalam beberapa menit, sesuatu yang pertama dilihat akan segera terlupakan dengan hal lain yang terlihat lebih menarik.

Bahkan saking pendeknya, dikatakan jika informasi akan menghilang sepersepuluh detik, kemudian akan menghilang sama sekali setelah lewat 1 detik.

Memori Jangka Pendek

Memori atau juga disebut working memory ini merupakan proses penyimpanan memori sementara, informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama masih dibutuhkan. Memori jangka pendek adalah tempat menyimpan ingatan yang baru saja dipikirkan. Ingatan yang masuk ke dalam memori sensoris diteruskan ke ingatan jangka pendek. Ingatan jenis ini berlangsung sedikit lebih lama dari memori sensoris.

Nah, dalam ingatan jangka pendek ini ada sebagian materi yang hilang, ada juga sebagian lagi yang diteruskan ke dalam ingatan jangka panjang. Jumlah informasi yang bisa disimpan dalam memori jangka pendek sangat terbatas, hanya 5-9 informasi saja sekaligus. Ingatan jangka pendek ini juga menjadi lokasi berpikir aktif, tempat menyaring, memilah dan menggabungkan informasi lama dengan informasi baru lalu mengambil keputusan apakah informasi tersebut akan disimpan atau dibuang. Setiap kali mendapatkan informasi baru yang lebih menarik dari memori sensorik, harus ada sesuatu yang dibuang.

Rumus kimia tadi bisa dimasukkan dalam kategori memori jangka pendek, informasi yang disimpan hanya dipertahankan selama masih dibutuhkan. Setelah ujian selesai, karena merasa tak butuh lagi, maka rumus-rumus njelimet yang kamu hapalkan selama semalam itu juga akan segera menguap.

Tapi kasusnya berbeda dengan menghapal nomor telepon. Meski sama-sama menghapal, selagi nomor telepon itu masih sering digunakan-diingat-maka memori akan terus tersimpan dan bahkan bisa dimasukkan ke dalam memori jangka panjang.

Memori Jangka Panjang

Inilah memori yang paling luar biasa. Proses memori ini bersifat permanen, informasi yang disimpan sanggup bertahan dalam waktu yang sangat panjang bahkan selamanya, dengan kapasitas yang tidak terbatas. Memori jangka panjang adalah gudang informasi, berisi informasi dalam kondisi psikologis masa lampau dan informasi yang telah disimpan tetapi saat ini tidak sedang dipikirkan.

Sekarang kita bicara soal proses masuknya ingatan. Informasi yang diperoleh melalui memori sensoris akan diubah menjadi impuls-impuls neural sesuai masing-masing indera, kemudian akan diteruskan ke memori jangka pendek. Karena memori jangka pendek bertugas untuk menyaring, memilah dan menyeleksi informasi mana yang penting dan tidak, maka informasi yang penting akan diteruskan ke memori jangka panjang.

Kenapa informasi dimasukkan ke dalam memori jangka panjang? Tujuannya tidak lain tidak bukan adalah, untuk diingat selamanya. Ingatan yang telah tersimpan di memori jangka panjang ini bisa dimunculkan sewaktu-waktu ketika diinginkan. Kemampuan untuk mengingat kembali ini disebut recall memory. Dengan recall memory, seseorang bisa mengingat sesuatu dengan sangat detil bahkan tanpa disadari telah menyimpan informasi tersebut. Misal, ketika melewati sebuah warung pecel lele kamu akan ingat seseorang yang pernah mengutarakan cinta di sana. Atau bahkan dengan mencium parfum beraroma kamboja, kamu akan ingat mantan pacar yang dulu memutuskanmu di depan kuburan. Ya, sehebat itulah memori jangka panjang.

Saya, di usia yang sudah 30 tahun ini rasanya masih bisa mengingat jelas rasa kari telur buatan Mbah putri berpuluh tahun silam. Kala itu saya, Mbah putri dan Mbah Kung bertolak ke Jawa Tengah dengan menumpang kereta api pagi-pagi sekali. Kari telur lah yang dulu menjadi bekal makan saya.

Saya juga masih ingat, ketika diajak berkunjung ke rumah Pakde di Gresik, saya selalu membawa buku gambar dan crayon atau spidol. Biasanya saya menggambar dalam perjalanan di dalam mobil. Saya juga masih ingat suatu hari kami singgah terlebih dulu ke pasar di pagi buta, sebelum akhirnya menuju ke rumah Pakde.

Ya, peristiwa yang melibatkan emosi atau perasaan memang bisa lebih lama bertahan dalam ingatan.

Pertanyaan berikutnya adalah, kenapa ada orang yang sangat pelupa-bahkan pada nama Ayahnya-tapi ada juga yang bisa begitu detil mengingat segala hal. Tentu ada faktor-faktor khusus yang mempengaruhi ingatan seseorang.

Usia. Semakin bertambah usia seseorang, kemampuan ingatannya akan mulai menurun.

Kondisi fisik, seperti kelelahan atau daya tahan tubuh yang kurang baik.

Emosi. Sesuatu atau peristiwa akan bisa diingat dengan lebih baik ketika melibatkan atau menyentuh perasaan. Sementara peristiwa yang tidak menyentuh perasaan akan diabaikan.

Minat dan motivasi. Kalau memang sudah cinta mati dengan kimia, ratusan bahkan ribuan rumus pun akan tetap terpatri dalam ingatan.

Ah, rupanya sudah 3 halaman saja tulisan ini. Baik, saya akhiri saja di sini, meski sebenarnya masih ada yang ingin saya tuliskan mengenai memori. Mungkin lain kali.😉

2 responses to “Memori [Random #27]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: