kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Iklan Ramadhan [Random #29]


Credit: brilio.net

Credit: brilio.net

Selain kolak dan petasan, ada lagi hal yang khas saat bulan Ramadhan. Iklan televisi. Produsen beramai-ramai merilis iklan terbaru mereka dengan tema Ramadhan hingga lebaran. Satu yang tak boleh terlewatkan di bulan ini, iklan sirup! Ada lagi? Mari kita data iklan apa saja yang khas di bulan ini.

Tadinya saya tidak bermaksud menulis soal iklan, tapi mendadak ketika melihatnya bersliweran di layar televisi, saya pun gatal untuk menuliskannya. Tulisan yang benar-benar random.

Iklan-iklan ini mulai mewarnai layar televisi di hari pertama puasa. Bahkan beberapa diantaranya sudah mencuri start sebelum memasuki bulan Ramadhan. Mari kita mulai dengan sirup. Jika dulu iklan sirup biasanya muncul tepat di bulan puasa, malah waktu saya masih kecil ada yang baru ditampilkan di minggu-minggu terakhir Ramadhan menjelang lebaran, maka beberapa tahun terakhir iklan ini gencar ditampilkan di awal puasa, bahkan sebelum puasa. Mungkin takut kalah pamor dengan minuman kemasan gelas yang lebih banyak dipilih untuk suguhan lebaran saat ini, jadi produsen sirup pun tampil lebih awal untuk mengingatkan pemirsa bahwa mereka ada. Iklan sirup memang jarang ada di bulan-bulan biasa, mungkin hasil penjualan produk lebih meningkat di bulan Ramadhan karena banyak dimanfaatkan untuk minuman pembuka iftar.

Dulu selain sirup, iklan mie instant juga banyak bertebaran di bulan Ramadhan. Biasanya digambarkan sebagai alternatif hidangan sahur atau berbuka, dengan bermacam rasa yang terhidang di meja dan ditata di piring-piring besar. Duh, membayangkannya saja saya tak sanggup. Buka-sahur makan mie terus, gimana rasanya itu? Tiba-tiba saja di mata saya mie instant tidak lagi menggoda.

Tapi Ramadhan kali ini sepertinya mie instant sudah tidak lagi menampakkan diri di televisi. Atau mungkin saya yang tidak melihatnya?

Sirup sudah, mie instant sudah. Ada juga iklan yang suka tiba-tiba muncul di bulan ini. iklan sarung! Mungkin inilah iklan yang paling khas di bulan Ramadhan. Kalau dipikir-pikir iklan sarung ini memang munculnya hanya setahun sekali, di bulan Ramadhan saja. Mulai dari sarung mangga, sarung atlas, sampai sarung gajah yang dari dulu cuma bisa duduk saja.

Biskuit! Beberapa tahun lalu iklan biskuit rajin hadir di layar televisi meski sudah tidak sebanyak ketika saya masih SD. Tapi sepertinya sekarang kehadirannya tidak lagi dapat saya temui.

Masih berhubungan dengan biskuit. Iklan margarin! Dulu orang lebih sering menyebutnya mentega, meski keduanya berbeda. Yang paling sering muncul tentu ‘raja’ margarin kita, Blue Band. Tapi lagi-lagi sekarang sudah sulit menemuinya di iklan bulan Ramadhan. Mungkin karena Ibu-ibu masa kini lebih suka membeli kue jadi daripada harus membuatnya sendiri.

Yang luput dari perhatian, iklan kecap. Memang, di hari atau bulan-bulan biasa iklan kecap juga masih muncul. Tapi kehadirannya di bulan Ramadhan terasa lebih intens. Bisa dipahami, mengingat di bulan ini Ibu-ibu biasa menyiapkan hidangan berbuka atau sahur. Bahkan yang saya cukup kaget, di televisi tadi saya melihat iklan kecap Piring Lombok. Hei, sejak kapan kecap ‘kelas bawah’ ini ada di televisi? Bukan bermaksud meremehkan, sih.. tapi memang selama ini Piring Lombok masih kalah pamor dengan ABC atau bahkan Sedaap dan Bango, meski ia lebih dulu ada di dunia perkecapan.

Ada lagi yang mungkin tak banyak disadari. Iklan oli atau pelumas motor/mobil. Rasanya saya tidak begitu sering melihat iklan ini di luar bulan Ramadhan. Mungkin sengaja dimunculkan untuk mengingatkan para pemudik mengganti oli mereka.

Iklan multivitamin. Ah, saya masih ingat bagaimana Kang Armand Maulana bersama gengnya membawakan iklan Enervon C beberapa tahun lalu.

Meski ‘statusnya’ masih mengundang pro-kontra, tapi iklan ini tak pernah absen di bulan Ramadhan. Iklan rokok. Memang, mereka tidak gamblang menggambarkan laki-laki pertualang bertubuh kekar yang asyik menikmati batangan nikotinnya. Produsen rokok menggunakan cara yang lebih halus untuk menunjukkan presensi mereka di televisi. Biasanya berupa renungan atau pesan bijak yang berkaitan dengan bulan Ramadhan dan lebaran. Banyak juga yang mengemasnya dengan cerita inspiratif sarat makna. Pokoknya tiba-tiba brand ini menjadi alim lah..

Hmm.. banyak juga, ya iklan yang wara-wiri di bulan puasa ini. Ada lagi iklan yang mungkin terlewat? Sekarang giliran kamu!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: