kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Rumah Kedua


DoorSetelah hampir 5 tahun menghuni ‘rumah’ dengan beragam pemikiran ini, rasanya saya harus mulai membangun rumah baru yang lebih terencana. Tentu tak mudah untuk meninggalkan rumah lama, menutup pintunya dan berpindah ke tempat yang baru begitu saja, apalagi merobohkannya. Mungkin yang terbaik adalah membangun rumah kedua, sambil sesekali menengok dan menyapa teman yang kadang suka berkunjung ke rumah lama.

Entah ini sudah keberapa kalinya saya memiliki blog, rumah dari beragam pemikiran. Membangun rumah pertama, menutup pintunya, mengganti alamatnya, hingga merobohkan bangunannya sudah pernah saya lakukan. Hingga di rumah yang kesekian ini, saya rasanya sudah terlalu nyaman dan kerasan. Meski tak ramai akan kunjungan tamu, tapi ada saja yang sudi menjadi teman baru. Rumah dengan beragam hiasan pemikiran yang kadang tak bersinergi. Eklektik, seperti perpaduan gaya minimalis dengan sentuhan etnik. Ya, itulah rumah saya, “Kocomripat”.

Hingga suatu hari saya merasa sudah waktunya membangun rumah yang lebih terencana, dengan hiasan yang seragam temanya. Sempat tergoda membuat rumah khusus untuk mengujicoba resep-resep masakan. Tapi rasanya saya terlalu mudah bosan untuk menceritakan kisah asmara antara mixer dengan telur dan gula, atau perang antara mata pisau dengan bawang merah dan bawang putih. Meski tetap rutin mengunjungi dapur, tapi hasrat untuk mengabadikan hasil eksperimen menjadi foto yang menggiurkan dan menuliskan kisah di balik pembuatannya perlahan mulai memudar. Ah, mungkin memang saya tak cocok membuat rumah semacam ini.

Rumah percobaan itu masih berdiri, meski baru berupa pondasi dan alamat yang catchy. Tapi saya menutup pintunya rapat-rapat. Mungkin, suatu hari nanti saya tergerak untuk membukanya kembali. Mungkin..

Niatan untuk membangun rumah kedua pun tak lagi menggebu-gebu, bahkan sejenak terlupakan.

Hari-hari berjalan seperti biasa. Saya masih menghuni rumah lama, mengunjungi rumah orang-orang dengan beragam gaya, meski kebanyakan adalah rumah bertema jalan-jalan dan masakan. Ah, jalan-jalan, aktivitas yang selalu menyenangkan untuk dilakukan. Rasanya tak pernah bosan untuk menceritakan sebuah perjalanan.

Dan ya, angan-angan untuk membangun rumah kedua pun kembali menari-nari.

Perkenalkan, “Pedal Journal”, rumah kedua saya, rumah terencana dengan tema yang senada. Sudah berpondasi, beralamat dan beratap, tapi masih belum banyak hiasan dan furnitur yang melengkapi. Rumah ini akan saya hiasi dengan cerita perjalanan, yah.. meski sekedar perjalanan ke pasar atau ke sawah. Semoga rumah kedua bisa membuat betah seperti rumah yang lama.

Silahkan berkunjung kalau senggang. Semoga suka dengan rumah kedua saya yang masih lengang.🙂

PJ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: