kocomripat

Kecil jadi Besar, Jauh jadi Dekat, Jauh-Dekat 3000..

Menulis, Memanjakan Diri


DIY writer's notebook & tea tins.

DIY writer’s notebook & tea tins.

“Me time”, istilah yang kerap dikaitkan perempuan dengan salon, mall dan belanja, meski sejatinya tak ada standar yang boleh mendeskripsikan cara seseorang untuk memanjakan dirinya. Bersepeda, berkebun dan menulis, beberapa kegiatan yang menjadi pengisi “me time” ala saya. Karena saya tak suka ke salon, mall atau belanja gila-gilaan.

Penghujung tahun, waktu yang tepat untuk menyelesaikan hal-hal yang harus diselesaikan, sebelum mengisi lembaran baru dengan target lain. Dan di ujung tahun ini ada hal besar yang harus saya rampungkan. Novel.

Berbulan-bulan melakukan riset, saya pun memutuskan untuk menyelesaikan draft novel di akhir tahun ini. Selain agar awal tahun depan bisa mengirimkannya ke penerbit, ada juga proyek lain yang perlu direalisasikan segera. Karena tak ingin mengerjakan sekaligus, satu-satunya cara ya dengan menyelesaikannya satu per satu, agar fokus tak terpecah dan hasil bisa maksimal.

Bagi saya ini hal yang cukup besar, karena terakhir kali saya menulis novel adalah di tahun 2010. Selama lima tahun ini saya hanya menulis cerita pendek, skenario film dan tentunya blog pribadi. Tak mudah menyelesaikan sebuah novel, bahkan mungkin lebih sulit dari menulis skenario film. Novel membutuhkan deskripsi dan narasi yang lebih panjang dan terkadang lebih kompleks dari skenario. Diperlukan komitmen yang kuat untuk menjaga mood dan konsistensi dalam menyelesaikannya. Dibanding blog pribadi seperti jurnal perjalanan atau curhatan, tentu novel lebih berat, karena fiksi membutuhkan imajinasi yang tinggi, tidak seperti fakta yang bisa lebih mudah dituturkan.

Biasanya saya memang lebih dulu melakukan riset, mengumpulkan data sebelum akhirnya benar-benar menulis. Prosesnya hampir mirip dengan film, pra-produksi, produksi dan pasca produksi. Riset inilah yang memakan waktu, meski untuk novel kali ini rasanya saya memang terlalu mengulur waktu. Yang seharusnya bisa selesai dalam 2 atau 3 bulan, jadi berlarut-larut karena alasan klasik; malas, nggak mood.

Diputuskanlah, saya akan mengambil libur untuk mulai menulis draft novel ini. Ya, libur, bukan cuti, karena saya harus mengganti hari libur ini dengan masuk kerja di tanggal 24 nanti. Dan untuk menyambut hari spesial ini, saya pun menyiapkan beberapa hal demi menunjang konsistensi dan mood menulis.

Pertama, diawali dengan sarapan yang menyenangkan. Semangkuk mangga, sebotol susu kedelai buatan sendiri dan roti beraroma Italian herbs pemberian saudara. Niatnya juga didampingi coklat sebagai cemilan, tapi terlalu malas ke alfamacet, sepeda masih ditinggal di kantor, sih.. Jadilah cemilannya roti lagi, roti lagi😀

1d

Energizing breakfast

Dan ternyata… memulai hal yang sudah lama tak dilakukan itu memang tak mudah. Bahkan di awal-awal waktu menulis pun saya tak bisa kompromi dengan musik, padahal menyiapkan playlist lagu itu cukup menghabiskan waktu. Sebelumnya saya tak pernah punya masalah dengan mendengarkan musik sembari menulis apapun. Tapi entah, rasanya kali ini musik sungguh menggangu, hingga harus saya matikan beberapa saat. Setelah mulai menyesuaikan diri, saya pun mulai bisa menerima kehadiran musik ini. Fiuuhh..

Permulaan ini terasa cukup berat. Di sela-sela menulis saya begitu memikirkan diksi dan teknik-teknik yang sebenarnya bisa diedit nanti setelah draft selesai. Berbeda dengan ketika masih sering menulis novel dulu, rasanya saya hampir tak memikirkan masalah teknis ketika menulis, semua mengalir begitu saja, bahkan dalam waktu semalam saya bisa melahap 1-2 bab novel. Sekarang? Jangankan dua bab, satu bab saja belum terselesaikan. Seharian ini saya hanya berhasil menulis 6 halaman, dipotong waktu makan, tidur siang 2 jam, memasak dan lain-lain, hahaha.. Mungkin karena sudah lama saya tak menggeluti dunia ini, jadi seperti masih meraba-raba jalannya lagi.

Bahkan kari yang harum dan nikmat ini pun tak mampu membuat jari-jari saya melesat dengan cepat di atas keyboard. Berakhirlah saya dengan menulis blog pribadi berisi curhatan ini.😆

DIY writer's notebook & vegan curry

DIY writer’s notebook & vegan curry

Yah.. setidaknya hari ini bisa menjadi awal. Harapannya setiap hari sebelum pergantian tahun saya bisa menyelesaikan keseluruhan novel yang rencananya berisi 8 bab ini. Semoga, doakan saja..🙂

Sebagian besar mengartikan “me time” sebagai cara seseorang membebaskan diri dari rutinitas sehari-hari demi mendapatkan energi baru untuk menjalani kembali rutinitasnya. Singkatnya bisa dibilang “me time” adalah memanjakan diri.

Dan menulis bagi saya memang memanjakan diri. Selain karena hidangan menyenangkan yang sudah dipersiapkan demi menunjang mood, menulis juga akan membuahkan karya yang nantinya bisa saya nikmati. Sama seperti ketika saya memanjakan diri dengan menyulam, membuat writer’s notebook atau craft lainnya. Mungkin bukan memanjakan diri secara instan, tapi berproses. Ah, apalah istilahnya, yang penting kita bisa menikmati. Bukan begitu?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: